Kisah Pendidikan Suku Anak Dalam, Suku Bangsa Minoritas di Hutan Sumsel-Jambi

iNews.id ยท Rabu, 23 Juni 2021 - 12:40:00 WIB
Kisah Pendidikan Suku Anak Dalam, Suku Bangsa Minoritas di Hutan Sumsel-Jambi
Balai kayu sarana pendidikan anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pagar Desa, Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sumsel. (Foto: Ist)

MUSI BANYUASIN, iNews.id - Di pedalaman Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Jambi terdapat suku bangsa yang hidup bersama dan menghargai alam. Salah satunya, mereka yang disebut suku anak dalam ini berada di wilayah Bayung Lencir, Sumsel. 

Tepatnya di Desa Pagar Desa, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Mereka yang selama ini menjalani hidup bersama dan mengandalkan alam sekitar sudah cukup lama mulai memimpikan memiliki fasilitas pendidikan. 

Kini mimpi itu menunjukkan tanda untuk menjadi kenyataan. Fasilitas berupa balai pendidikan kini mulai dibangun di Desa Pagar Desa. “Saya sangat senang karena bisa belajar setiap hari,” kata Rika, bocah perempuan berusia 11 tahun itu tersenyum sumringah saat ditemui Senin (21/6/2021) lalu.

Rika menuturkan, sebelum balai yang terbuat dari kayu dan bambu berukuran 6x8 meter itu berdiri, anak-anak usia sekolah hanya bisa belajar bersama dua hari dalam sepekan. Tempat belajar mengajarnya pun ala kadarnya. Sebelum ada saung, anak-anak belajar di balai kecil yang dibangun secara swadaya.

Balai itu digunakan bergantian dengan ibu-ibu setempat yang mengenyam ilmu bercocok tanam. Sedangkan untuk tenaga pengajarnya selama ini didatangkan dari luar kampung atau sekolah terdekat dengan Jambi.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: