Jual Senpi Rakitan, Residivis Kasus Narkoba Tumbang Ditembak Polisi

Firdaus ยท Senin, 27 April 2020 - 11:37 WIB
Jual Senpi Rakitan, Residivis Kasus Narkoba Tumbang Ditembak Polisi
Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi menunjukkan barang bukti senjata api ilegal milik pelaku. (Foto: iNews/Firdaus)

PALEMBANG, iNews.id - Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap penjual senjata api (senpi) rakitan. Pelaku diketahui bernama Ali Usman alias Ali Ujang (37).

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi mengatakan, pelaku yang merupakan warga Jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang ini ditangkap pada Minggu (26/4/2020) saat menjual senpi rakitan jenis revolver.

"Pelaku ditangkap pada saat bertransaksi menjual senpi rakitan, rencananya senpi itu akan dijualnya seharga Rp600.000," kata Suryadi, Senin (27/4/2020).

Suryadi menambahkan, pelaku ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi dari warga jika ada transaksi senpi rakitan. Berbekal dari informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku.

Saat ditangkap, kata Suryadi, pelaku berusaha melawan dan kabur dari kejaran polisi. Tak mau kehilangan buruannya, polisi akhirnya melakukan tindakan tegas dengan menembak kakinya.

"Kami lakukan tindakan tegas dan terukur karena pelaku berusaha kabur," kata dia.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku jika senpi rakitan itu milik temannya yang digadaikan kepadanya sebesar Rp600.000. Dia terpaksa menjual senpi itu karena butuh uang.
 
"Setelah beberapa minggu, senjata itu tak ditebus. Saya menjual senpi itu karena butuh uang," kata dia.

Lebih lanjut Suryadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku Ali Usman merupakan residivis kasus narkoba dan penggelapan. 

“Tersangka merupakan seorang residivis dalam kasus narkoba dan penggelapan," katanya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti senpi rakitan jenis revolver dan tiga butir peluru aktif.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api Ilegal dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto