Jelang Kemarau, Sumsel Siapkan Helikopter Waterbombing dan Hujan Buatan

Antara ยท Kamis, 15 April 2021 - 09:54:00 WIB
Jelang Kemarau, Sumsel Siapkan Helikopter Waterbombing dan Hujan Buatan
Sumsel menyiapkan helikopter warter bombing untuk atasi Karhutla di daerah sulit. (Foto: Ist)

PALEMBANG, iNews.id - Sumatera Selatan (Sumsel) mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang menimbulkan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mulai dari helikopter pembom air (waterbombing) hingga mengajukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC/hujan buatan).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah, mengatakan helikopter tersebut akan didatangkan secara bertahap dari BNPB pusat mulai pekan depan. “Kami minta dua unit, tapi bisa jadi didatangkan tiga unit,” kata Iriansyah, Kamis (15/4/2021).

Ia mengatakan semua pihak yang tergabung dalam Satgas Penanganan Karhutla Sumsel tahun 2021 telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi untuk penanganan efektif karhutla. Hal ini mengingat musim kemarau tahun ini merupakan kemarau kering yang rentan menyebabkan terjadinya karhutla. “Kami pun bisa menggunakan kendaraan amfibi milik SAR jika memang diperlukan untuk penanganan karhutla,” ujarnya.

BPBD juga melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, Pol PP hingga regu pemadam kebakaran di hutan tanaman industri (HTI) dan Masyarakat Peduli Api.

Menurutnya, sarana dan prasarana bantuan dari Pemprov Sumsel untuk penanganan karhutla telah tersedia seperti mobil pemadam kebakaran, pompa, dan motor yang telah dimodifikasi. Modifikasi tersebut untuk menuju kawasan kebakaran sulit dijangkau dengan mobil sehingga dapat mempercepat pemadaman di lokasi. Alat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pun telah dimintakan dari BNPB dan BPPT.

Kepala Stasiun meteorologi Bandara SMB II Palembang, Desindra, menjelaskan secara umum puncak musim kemarau di Sumsel terjadi pada rentang Agustus hingga September. “Bulan Juni puncaknya. Mei itu awal. Ada beberapa wilayah akhir Mei sudah masuk kemarau,” ujarnya.

Editor : Berli Zulkanedi