Ibu di Palembang yang Bunuh Bayi dalam Mesin Cuci Didakwa Pasal Perlindungan Anak

Guntur ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 12:50 WIB
Ibu di Palembang yang Bunuh Bayi dalam Mesin Cuci Didakwa Pasal Perlindungan Anak
Terdakwa Sutinah (36) saat duduk di atas kursi pesakitan dalam sidang perdana di PN Palembang. (Foto: iNews/Guntur Riansyah)

PALEMBANG, iNews.id – Sidang kasus bayi baru lahir tewas usai dimasukkan ke dalam mesin cuci digelar Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (20/2/2020). Terdakwa yakni Sutinah (36) pembantu rumah tangga yang bekerja di kediaman mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ishak Mekki.

Sidang perdana ini dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Abu Hanifah. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Palembang yakni Erwin Wahyudi dan Indah Kumala Sari.

Keduanya bergantian membacakan dakwaan. Terdakwa didakwa melanggar Pasal 76c junto Pasal 80 Ayat 3 dan 4 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Oemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perbuatan terdakwa bermula setelah melahirkan bayi hasil hubungan terlarang di kamar mandi rumah tempatnya bekerja. Terdakwa Sutinah yang terlihat pucat kemudian diajak majikan untuk berobat. Setelah merasa aman, dia coba menghilangkan jejak dengan memasukan bayi ke dalam mesin cuci.

Saat itu rekan kerja terdakwa bernama Dedek sedang mencari KTP untuk keperluan berobat. Dia lalu masuk ke dalam kamar mandi lantai II dan mendengar suara tangis bayi dari dalam mesin cuci.

Mendengar hal itu, dia melapor ke rekannya bernama Sulastri. Selanjutnya sulastri meminta temannya yang lain yakni Lendi untuk mengecek suara tangisan bayi tersebut. Saat dicek dalam mesin cuci, ditemukan bungkusan berisi bayi dengan kondisi mengenaskan.

Saat ditemukan bayi masih dalam kondisi bernapas. Para pembantu ini kemudian membawa bayi ke RS Siloam untuk mendapat tindakan medis namun nyawanya tak terselamatkan.

Mendengarkan pembacaan dakwaan dari JPU, terdakwa melalui kuasa hukum  dari Posbakum PN Palembang Romaita tidak akan mengajukan eksepsi. Terdakwa menerima semua dakwaan yang dibacakan.

“Terdakwa dijerat pasal perlindungan anak dan menerimanya. Sidang ditunda dan akan dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda menghadirkan saksi-saksi,” ujar Romaita.

Sebelumnya, kasus ibu muda yang membuang bayi baru lahir ke dalam mesin cuci gegerkan warga Palembang pada 4 November 2019. Bayi ini merupakan hasil percintaannya dengan seorang pria yang tak bertanggung jawab. Terdakwa merupakan janda yang telah bercerai dengan suami dan memiliki dua orang anak.


Editor : Donald Karouw