Dalang Pembegalan Mobil Pajero Sport di Palembang Ditangkap Polisi

Sindonews, Berli Zulkanedy ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 16:45 WIB
Dalang Pembegalan Mobil Pajero Sport di Palembang Ditangkap Polisi
Mobil Pajero Sport yang diambil para pelaku (Firdaus/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Jajaran Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan menangkap pelaku begal yang merampas mobil Pajero Sport di Jalan Soekarno Hatta Palembang. Pelaku bernama Rustam (42) dan merupakan rekan Joni alias Kobra yang terlebih dahulu ditangkap polisi.

"Pelaku ditangkap di kediamannya pada Kamis (2/7/2020)," kata Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi, Jumat (3/7/2020).

Suryadi menambahkan, pelaku merupakan warga Karyajaya Kertapati, Palembang. Rustam . Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku sudah dua kali melakukan perampokan. pertama Jumat (26/6/2020) mengambil mobil Toyota Innova. Aksi kedua Senin (29/6/2020).

"Untuk perampokan Pajero, kedua tersangka sudah ditangkap sedangkan pelaku lain dalam begal Innova yakni DK saat ini masih dalam pengejaran," kata dia.

Selain menangkap Rustam, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Innova BG 1761 ZE dan AC diduga hasil begal, AC, bamper depan dan MP3 Player dari mobil Pajero Sport Dakar milik ST (37).

Rustam mengaku tidak kemana-mana usai melakukan aksinya. Dia hanya di rumah dan mobil belum sempat dijual karena takut. Polisi mengimbau DK untuk segera menyerahkan diri karena cepat atau lambat segera ditangkap.

"Segeralah menyerahkan diri," kata dia.

Barang bukti aksi begal di Palembang (Firdaus/iNews)
Barang bukti aksi begal di Palembang (Firdaus/iNews)

Sementara itu, dengan ditangkapnya Rustam maka pelaku pembegalan terhadap ST semuanya sudah tertangkap.

Seperti diketahui, seorang wanita berinisial ST (37) warga Kompleks Citra Grand City Palembang, Sumsel menjadi korban begal. Tak main-main, mobil Pajero Sportnya dibawa kabur yang mengaku sebagi polisi.

Insiden itu terjadi pada Senin (29/6/2020). Saat itu korban perjalanan pulang dari sekolah anaknya di kawasan Kompleks Bukit Sejahtera Palembang.

Saat kejadian, korban berkendara seorang diri. Tidak lama di sekitar Sekolah Harapan kedua pelaku memepet korban dan mengetuk kaca. Karena takut, korban berhenti dan salah satu pelaku langsung masuk ke dalam mobil dan korban dipaksa bergeser ke samping.

"Modusnya mengakui sebagai anggota Polri dan menuduh korban terlibat perdagangan narkoba. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengenakan kaos berlambang Polri," kata Suryadi.

Korban, kata Suryadi juga sempat diborgol kemudian dibawa oleh pelaku. Setelah melaju beberapa meter, korban ditinggalkan di pinggir jalan oleh pelaku dengan tangan terborgol.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto