Bonceng Bupati OKU, Herman Deru Tinjau dan Bantu Pembangunan Masjid Zaman Belanda

Bambang Irawan · Selasa, 08 September 2020 - 13:23:00 WIB
Bonceng Bupati OKU, Herman Deru Tinjau dan Bantu Pembangunan Masjid Zaman Belanda
Gubernur Sumsel Herman Deru berboncengan dengan Bupati OKU Kuryana Azis (Humas Pemprov Sumsel)

PALEMBANG, iNews.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memantau langsung pembangunan Masjid Al Ikhlas di Desa Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan, Ogan Komering Ulu, Sumsel, Minggu lalu (6/9/2020). Uniknya, kali ini pria yang kerap disapa HD ini memantau dengan mengendarai sepeda motor.

Hal ini dilakukan karena akses desa tersebut hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor. HD pun mengegas sepeda motornya sambil berboncengan dengan Bupati OKU Kuryana Azis. Dia rela mengendarai motor demi bersilaturahmi dengan warga desa Tangsi Lontar yang sejak dari pagi menunggu kedatangannya

Ditempat ini juga HD terpaksa memarkir motor yang ditungganginya, karena harus melewati jembatan gantung yang membentang di atas sungai. Setibanya di lokasi Masjid Al Ikhlas gubernur dan rombongan langsung disambut dengan penuh sukacita oleh warga.

HD mengucapkan syukur atas nikmat yang diberikan kesempatan dapat bersilaturahmi dengan warga sekitar. Apalagi semangat warga dalam menjaga ukhuwah Islamiah dan jalinan talisilaturahmi di wilayah itu sangat luar biasa. Dia juga menyebut kehadirannya di OKU merupakan salah satu bentuk dan tangung jawabnya bagai kepala daerah.

"Kita harus memiliki semangat membangun, keikhlasan dalam berbuat. Jalinan silaturahmi, kebersamaan ulama dan umaro dan umat harus tetap kita jaga. Daerah kita ini terkenal dengan zero konflik, nol konflik. Ini yang perlu kita jaga. Apalagi menghadapi Pilkada yang tidak lama lagi digelar," kata HD.

Gubernur Sumsel Herman Deru (Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel Herman Deru (Humas Pemprov Sumsel)

Sementara itu, terkait dengan pembangunan Masjid, HD mengaku bangga karena panitia pembangunaan masjid tidak memasang kaleng minta sumbangan di jalan. Sebab hal itu lebih banyak moderatnya dari manfaat. Selain jalan rusak, lalulintas dapat terganggu dan yang lebih parah lagi dapat menimbulkan persepsi negatif akan nilai-nilai mulia dalam agama Islam di mata umat lain.

"Saya ke sini bukan saja untuk ketahanan pangan tapi juga mengajak agar umat Islam memiliki nilai marwahnya. Ini sudah bagus panita pembangunan masjid datang ke gubenur dan bupati. Masjid bersejarah ini kita akan bangun sama-sama," kata dia.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Halaman : 1 2