Gubernur Herman Deru Optimistis Sumsel Bisa Hindari Resesi Ekonomi

Bambang Irawan · Rabu, 02 September 2020 - 18:28:00 WIB
Gubernur Herman Deru Optimistis Sumsel Bisa Hindari Resesi Ekonomi
Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden RI Joko Widodo melalui virtual dari command center kantor Gubernur Sumsel (Humas Pemprov Sumsel)

PALEMBANG, iNews.id - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yakin Sumsel bisa terhindar dari resesi ekonomi. Keyakinan ini muncul saat Herman menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden RI Joko Widodo melalui virtual dari command center kantor Gubernur Sumsel.

Rapat yang diikuti gubernur seluruh provinsi di Indonesia itu membahas soal upaya menghadapi pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional akibat dampak wabah tersebut.

Pria yang kerap disapa HD ini menilai, resesi masih mungkin dihindari. Sebab saat ini, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah bergerak cepat dan berkolaborasi melakukan pemulihan ekonomi.

"Untuk resesi masih bisa dihindari. Namanya resesi itu pasti ada indikasi. Indikasi untuk menjadi resesi itu sampai saat ini belum ada. Apalagi di Sumsel. Upaya cepat saat ini juga sudah kita lakukan agar resesi itu tidak terjadi," kata HD, Selasa (1/9/2020).

HD mengatakan, saat ini Pemprov Sumsel masih gencar melakukan pengendalian perkembangan Covid-19. Termasuk dengan memasifkan sosialisasi protokol kesehatan, tracing dan tracking hingga ke pelosok desa.

"Tentu pengendalian Covid-19 ini sampai saat ini terus gencar dilakukan," kata HD.

Bahkan, kata dia, dalam pengendalian Covid-19 di Sumsel, Pemprov Sumsel fokus pada tiga aspek yakni aspek kesehatan, ekonomi dan sosial. Hal itu, guna mengantisipasi dampak lain yang ditimbulkan wabah tersebut salah satunya terganggunya produktifitas sehingga perekonomian menjadi menurun.

"Dalam pengendalian covid-19 ini, kita mengedapankan tiga aspek. Kesehatan, ekonomi dan sosial. Kita sudah antisipasi sejak dini agar sektor lain tidak terdampak. Kita lakukan upaya tersebut secara beriringan," katanya.

Meski begitu, HD tak membantah jika dampak pandemi menyebabkan kontraksi ekonomi. Menurutnya, berbagai negara juga mengalami hal tersebut.

"215 negara terdampak Covid-19 tersebut. Jika dikatakan kita mengalami kontraksi, saya sependapat. Saat ini memang terjadi kontraksi ekonomi. Namun untuk pertumbuhan ekonomi di Sumsel masih dalam batas normal," kata HD.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam arahannya meminta agar pemerintah daerah menyamakan frekuensi dalam pengendalian Covid-19 sehingga upaya yang dilakukan selaras dan sampai ke tingkat Pemkot, Pemkab, hingga desa.

"Saya mengingatkan agar gubernur terua memantau perkembangan Covid-19 di wilayah masing-masing. Tinggatkan terus koordinasi sehingga upaya pengendalian ini sampai sampai ke tingkat Pemkot, Pemkab, hingga desa dengan cepat dan efektif," kata Presiden Jokowi.

Menurutnya, saat ini perkembangan Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Bahkan perkembangannya mengalami tren penurunan. Di mana dari data yang ada, dari 2,23 juta spesimen yang sudah dilakukan tes, ada 175.000 yang dinyatakan positif.

Tidak hanya itu, angka kesembuhan juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada bulan Agustus 2020 tercatat angka kesembuhan mencapai 70,21. Angka meningkat dari tiga bulan sebelumnya yang angka kesembuhannya hanya 15 persen.

"Dengan begitu kasus aktif mengalami penurunan yakni 23,7 persen pada bulan Agustus 2020. Namun yang harus diwaspadai adalah kasus meninggal dunia. Pada Agustus 2020 ini angka kematian tercatat hanya 4,2 persen, dibanding April 2020 yang mencapai 7,8 persen. Meski ada penurunan tersebut namun pergerakannya lebih tinggi dari angka covid-19 di dunia," kata Jokowi.

Dia pun berharap, gubernur terus masif dalam melakukan sosialisasi maupun imbauan terkait protokol kesehatan. Termasuk juga terus menggencarkan pembagian masker ke seluru daerah hingga ke pedesaan.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto