Beli Rokok dan Minuman Pakai Uang Palsu, 2 Warga OKU Ditangkap Polisi

Widori Agustino ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:45 WIB
Beli Rokok dan Minuman Pakai Uang Palsu, 2 Warga OKU Ditangkap Polisi
Barang bukti uang palsu (Widori Agustino/iNews)

BATURAJA, iNews.id - Dua pengedar uang palsu (upal) di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) diamankan warga. Keduanya yakni David Kenedy (26) dan Andri (28).

"Kedua pelaku diamankan warga usai berbelanja rokok dan minuman di warung," kata Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid, Rabu (5/8/2020).

Hamid menambahkan, salah seorang pelaku David Kenedy, merupakan honorer Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab OKU. Sedangkan Andri merupakan warga Desa Panggal Panggal, Kecamatan Semidang Aji, OKU.

Hamid melanjutkan, penangkapan terjadi beberapa waktu yang lalu di daerah Peninjauan, Sumsel. Saat itu, kedua pelaku berbelanja di warung. Gerak-gerik kedua pelaku mencurigakan saat berbelanja.

"Lantaran curiga, akhirnya warga mengejar dan menangkap pelaku dan diserahkan ke Polsek Peninjauan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Peninjauan Novi Taruna mengatakan, kedua pelaku ditangkap karena penjual merasa curiga dengan uang yang dibelanjakan.

"Pelaku membeli rokok dan minuman kaleng. Uang yang diberikan pecahan Rp100.000 tapi jumlah belanjaanya cuma Rp31.000," kata Novi.

Dua pelaku pengedar uang palsu di OKU, Sumsel (Widori Agustino/iNews)
Dua pelaku pengedar uang palsu di OKU, Sumsel (Widori Agustino/iNews)

Novi menambahkan, setelah mendapatkan kembalian, pelaku langsung pergi. Pemilik warung sadar ada yang janggal dengan kelakuan pelaku dan uang yang diberikan.

"Pemilik warung sadar uang yang diterima dari dua pembeli tadi teryata palsu. Korban mencoba mengejar kedua pelaku dibantu warga sekitar," katanya.

Beruntung, warga sekitar membantu pemilik warung untuk mengejar kedua pelaku. Kedua pelaku berhasil ditangkap warga bersama satu mobil minibus warna putih.

"Warga sempat emosi dan semakin ramai. Langsung saya menghubungi Polsek Peninjauan dan membawa kedua pelaku untuk diamankan," kata Novi.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto