Tak Masalahkan Status Tersangka Johan Anuar, Gerindra Usung Petahana di Pilkada OKU

Bambang Irawan ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 06:10:00 WIB
Tak Masalahkan Status Tersangka Johan Anuar, Gerindra Usung Petahana di Pilkada OKU
Ketua DPD Gerindra Sumsel Kartika Sandra Desi saat diwawancarai di sela-sela pemotongan hewan kurban dari Gerindra Sumsel di Palembang, Jumat (31/7/2020). (Foto: iNews/Bambang Irawan)

PALEMBANG, iNews.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Selatan (Sumsel) tetap mengusung pasangan petahana Kuryana Azis-Johan Anuar di Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), 9 Desember mendatang. Gerindra tidak mempermasalahkan status Johan Anuar yang saat ini menjadi tersangka di Polda Sumsel.

Ketua DPD Gerindra Sumsel Kartika Sandra Desi mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan kedua nama tersebut ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. Saat ini, DPD tinggal menunggu DPP mengeluarkan Surat Keputusan (SK). Status Johan Anuar yang berkas kasusnya akan diambil alih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak jadi halangan.

"Kami sudah merekomendasikan ke DPP, dan tinggal menunggu SK saja. Soal Johan (tersangka) tidak masalah, karena SKCK tetap keluar dan proses (kasusnya)," kata Kartika di sela-sela pemotongan hewan kurban Idul Adha, Jumat (31/7/2020).

Menurut Cici, sapaan akrab Kartika, pihaknya menganggap hanya keduanyalah saat ini yang pantas memimpin OKU untuk lima tahun ke depan.

"Jadi, yang penting syarat terpenuhi. Apalagi tidak ada bakal calon lain yang melakukan pendekatan intens ke Gerindra. Kalau nanti di jalan ada masalah, kami belum tahu," katanya.

Sekretaris DPD Gerindra Sumsel Sujarwoto menambahkan, jika hingga saat ini DPP Partai Gerindra telah mengeluarkan empat Surat Keputusan (SK) rekomendasi bagi pasangan bakal calon kepala daerah di Sumsel. Sementara rekomendasi untuk tiga daerah masih dalam proses.

Empat kabupaten yang telah mendapat rekomendasi tersebut yaitu Ogan Ilir (OI) AW Noviandi-Ardani, OKU Timur Lanosin Hamzah-Yudha. Kemudian, OKU Selatan pasangan Popo Ali-Sholiehin Abuasir, dan Musi Rawas Utara (Muratara) Syarif Hidayat-Suryan Sofyan.

"Semua berdasarkan hasil survei yang kami bawa dan semua kami ajukan ke DPP. Nanti yang menentukan DPP," ujarnya.

Sementara untuk Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Gerindra Sumsel sudah merekomendasikan bapaslon Heri Amalindo- Soemarjono. Untuk Kabupaten Musi Rawas (Mura), pihaknya memberi sinyal kemungkinan akan pecah koalisi petahana saat ini, Hendra Gunawan dengan kadernya Suwarti.

"Mura masih menjajaki. Yang pasti semua apa yang kami dukung menang, jangan kalah, apalagi kader kami sekarang wabup. Apakah kami mau menaikkan bupati atau tetap, kami masih menghitung- hitung karena masih ada waktu untuk mendaftar ke KPU," katanya.

Dalam Pilkada Serentak 2020 yang diikuti tujuh kabupaten se-Sumsel, pihaknya menargetkan akan berusaha memenangkan semua kandidat yang diusung.

"Target DPP dibebankan ke kami. Siapa yang didukung harus menang. Karena itu, ketua setiap konsolidasi ke daerah selalu mengingatkan kader tetap mendukung kebijakan partai. Jika tidak akan ada sanksi," katanya.

Sementara dalam Hari Raya Idul Adha 1441 H tahun 2020, DPD Gerindra menyembelih sembilan ekor sapi dan lima kambing. Hewan kurban itu sumbangan pengurus DPD Sumsel, fraksi di DPRD Sumsel maupun kader. Salah satunya termasuk Wakil Ketua Umum Gerindra sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang menyumbang satu ekor sapi dengan berat hampir 1 ton.

Hewan kurban itu akan disebar panitia ke beberapa panti asuhan yang ada dan masyarakat sekitar yang telah didata sekitar 1.200 kantong.


Editor : Maria Christina