Anggota DPR Minta Kementan Atasi Kelangkaan Pupuk yang Sering Menimpa Petani
PALEMBANG, iNews.id - Anggota DPR Riezky Aprilia meminta Kementerian Pertanian untuk mengatasi persoalan kelangkaan pupuk yang kerap terjadi di daerah sentra pertanian. Kelangkaan pupuk menjadi kendala petani meningatkan produktivitas kahan.
“Seharusnya dengan anggaran Rp33 triliun, permasalahan pupuk subsidi ini tidak boleh terjadi. Namun fakta yang terjadi di lapangan justru sebaliknya,” kata Riezky di Palembang, Selasa (9/2/2021).
Untuk itu, dirinya menekankan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan beserta PT Pupuk Indonesia Holding Company melakukan survei guna memastikan realita di tingkat petani terkait pupuk ini.
Sebelumnya saat menyambangi PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Riezky Aprilia meminta pemerintah untuk membuat kajian mendalam terkait program pupuk subsidi untuk mengetahui seberapa bermanfaatnya bagi petani.
Usulan tersebut muncul lantaran wakil rakyat mempertanyakan apakah pupuk subsidi ini benar-benar telah membantu petani.
Menurut dia, adanya pemikiran untuk mencabut subsidi pupuk itu terbilang sangatlah wajar karena sebagai wakil rakyat dirinya mendapatkan laporan dari petani mengenai berbagai persoalan terkait penyaluran pupuk subsidi.
Syarul petani di Kecamatan Muara Telang, Banyuasin juga tidak mempersoalkan jika program pupuk subsidi tersebut dicabut oleh pemerintah.
“Toh, pada kenyataannya sering juga terjadi kelangkaan pupuk. Lagipula, pupuk subsidi itu tetap harus dicampur dengan pupuk jenis lain agar hasil lebih maksimal,” kata dia.
Kawasan Muara Telang atau dikenal dengan sebutan jalur di Kabupaten Banyuasin ini merupakan daerah sentra produksi beras di Sumatera Selatan karena memberikan kontribusi paling banyak setiap tahunnya.
Kabupaten Banyuasin saat ini memiliki luas panen padi 208,598 Hektare dengan produksi padi sebesar 905.846 ton GKG atau 519.684 ton pada musim tanam 2019. Daerah ini merupakan daerah produksi beras nomor empat secara nasional.
Editor: Berli Zulkanedi