3 Legenda di Sumatera Selatan, Horor untuk Menjaga Anak hingga Nasihat

Berli Zulkanedy · Sabtu, 06 Agustus 2022 - 07:43:00 WIB
3 Legenda di Sumatera Selatan, Horor untuk Menjaga Anak hingga Nasihat
Batu melintang di Sungai Rupit Desa Maur Baru. Ada yang menyebutkan bantu tersebut merupakan kumpulan kerbau yang dikutuk Si Pahit Lidah. (Foto: Berli )

PALEMBANG, iNews.id - Tiga Legenda di Sumatera Selatan (Sumsel) ini terus hidup di tengah masyarakat. Ketiganya seakan dijadikan alat untuk menjaga anak dari bahaya dan nasihat untuk menjaga sopan santun. 

Tiga legenda di Sumatera Selatan ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota dengan versi yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan alam sekitar.

Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut tiga legenda di Sumatera Selatan yang dihimpun iNews.id :

1. Antu Banyu

Legenda di Sumatera Selatan pertama yakni antu banyu, dalam bahasa Indonesia hantu air. Cerita antu banyu tidak terlepas dari kondisi geografis daerah tersebut yang memiliki banyak sungai. Semua sungai bermuara ke Sungai Musi, yang memiliki panjang 750 kilometer. Membentang dari sumber mata airnya di daerah Kepahiang Bengkulu, melintasi 17 kabupaten/kota, hingga bermuara ke laut menuju Selat Bangka.

Ada sembilan sungai besar yang bermuara ke Sungai Musi. Sembilan sungai itu adalah Sungai Komering, Rawas, Batanghari, Leko, Lakitan, Kelingi, Lematang, Semangus, dan Ogan. Di tengah masyarakat yang mendiami sepanjang aliran sungai, cerita antu banyu begitu terkenal.

Cerita ini melekat sejak lama. Makanya tak heran, meski hanya mitos tapi antu banyu seperti nyata. Jika di Palembang terkenal dengan antu banyu, maka masyarakat di daerah Komering (Sungai Komering) mengenalnya dengan nama antu anyar. Ada juga yang menyebutnya antu ayek, dan hantu lawok. 

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: