Polda Sumsel bongkar praktik produksi miras oplosan di Banyuasin. (Foto: Ist)
Antara

PALEMBANG, iNews.id - Polda Sumsel bongkar pabrik miras oplosan dan ilegal dengan omzet ratusan juta per bulan di Banyuasin, Sumsel. Satu tersangka ditangkap yakni pemilik usaha ilegal itu.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhany mengatakan, tersangka Sly (37), warga Balai Transmigrasi, Jalan Tanjung Api-api, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Tersangka ditangkap saat mengedarkan miras oplosan di Pasar Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (27/11). Saat itu, polisi mendapatkan barang bukti sebanyak 1.400 botol miras jenis wishkey dan vodka oplosan berlabel Mansion House.

“Barang bukti tersebut disimpan dalam kotak kardus di mobil Toyota Kijang LGX BG-1521-LO yang dikendarai tersangka,” ujarnya, Jumat (11/11/2022).

Menurut Barly, personel kepolisian langsung melakukan pengembangan dengan meminta tersangka mengantarkan ke tempat miras tersebut berasal. 

“Terungkap tersangka Sly ini merupakan pemilik industri sekaligus pelaku pembuatan miras oplosan setelah kami menggeledah rumahnya,” katanya.

Barang bukti di antaranya, satualat pres tutup botol, satu tangki tedmond kapasitas 250 liter, 55 buah derigen alkohol 70 persen, bahan pewarna makanan- tekstil, 200 botol kosong dan 1.872 botol miras oplosan siap edar. 

Tersangka mampu memproduksi miras oplosan mencapai 10 kardus atau total berisikan 480 botol  per bulan dengan harga edar per kardus senilai Rp375.000.

Miras oplosan itu diedarkan ke sejumlah wilayah di Sumatera Selatan meliputi  Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, Musi Banyuasin dan Kota Pagaralam.

“Praktik ilegal ini dijalankan tersangka selama delapan bulan terakhir,  selama itu, dia mampu meraup untung total mencapai Rp300 juta dari hasil penjualan sebanyak 800 dus miras oplosan,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 106 juncto pasal 24 ayat (1) Undang-undang (UU)  nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 106 juncto Pasal 24 ayat (1) UU nomor 7 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT