Bangladesh terpaksa menambah libur sekolah dan mengurangi jam kantor untuk menghemat listrik. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Umaya Khusniah

DHAKA, iNews.id - Perang Rusia - Ukraina berdampak luas ke banyak negara. Di antaranya Bangladesh yang terpaksa mengambil upaya penghematan listrik setelah sejumlah pembangkit dimatikan karena harga bahan bakar meroket. 

Pemerintah Bangladesh menambah satu hari libur sekolah tiap minggu dan memangkas 1 jam kerja perharinya untuk menghemat listrik. Peraturan baru ini akan berlaku mulai Rabu (24/8/2022). 

Pemerintah Perdana Menteri Sheikh Hasina melalui Sekretaris Kabinet Khandker, Anwarul Islam memutuskan meliburkan sekolah dua hari per minggu. Pengumuman ini disampaikan pemerintah pada Senin (22/8/2022). 

Sekolah biasanya berlangsung enam hari seminggu dan libur pada hari Jumat. Tetapi Kementerian Pendidikan mengumumkan sekoalh juga libur pada hari Sabtu. Instansi pemerintah akan buka dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Sebelumnya, kantor beroperasi sejak pukul 9 pagi sampai jam 5 sore.

Sementara bank akan buka dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Sebelumnya lembaga keuangan itu buka dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore.  

"Kantor swasta dapat mengatur jam buka sesuai kebutuhan mereka. Pemerintah akan menyediakan listrik tanpa gangguan ke desa-desa untuk irigasi dari tengah malam hingga pagi," kata Islam.

Negara itu tengah berjuang melawan gelombang kekurangan listrik setelah mematikan 10 pembangkit listrik tenaga dieselnya. Mereka kekurangan bahan bakar setelah konflik Rusia-Ukraina membuat harga minyak meroket.

Bangladesh memulai pemadaman listrik dua jam setiap hari sejak bulan lalu. Meski demikian, banyak bagian negara itu mengalami pemadaman listrik yang lebih lama. 


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT