Karhutla menjadi bencana paling banyak terjadi selama sepekan terakhir. (Foto:Ilustrasi/Fitriadi)
Binti Mufarida

JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana yang paling dominan atau banyak terhad selama sepekan terakhir per periode 15 sampai 21 Agustus 2022. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana karhutka terjadi di sejumlah provinsi termasuk Sumatera Selatan (Sumsel). 

“Dalam kurun 15 sampai 21 Agustus, tercatat 36 kejadian bencana yang sekali lagi ini semuanya ini kategori bencana hidrometeorologi basah. Dua minggu berturut-turut kita melihat kebakaran hutan dan lahan di sini menjadi dominan meskipun dari sisi manusia terdampak itu tidak terlalu banyak,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dikutip dari keterangan resminya, Selasa (23/8/2022).

Aam mengatakan bahwa bencana yang terjadi satu pekan belakang di Indonesia adalah full kejadian hidrometeorologi, baik itu hidrometeorologi basah maupun hidrometeorologi kering. 

“Tetapi kalau kita melihat frekuensi kejadian yang mulai mendominasi di dua minggu terakhir artinya tren kering di beberapa tempat yang memicu kebakaran hutan dan lahan perlu sangat-sangat kita waspadai,” kata Aam.

Setelah kebakaran hutan dan lahan, Aam mengatakan pihaknya mencatat kejadian banjir 9 kali, cuaca ekstrem 9 kali, dan tanah longsor dua kali. 

Sementara itu, jika dilihat distribusinya bencana karhutla terjadi di Aceh yaitu di pesisir barat, Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan. Kemudian Riau, Rokan Hulu, Sumatera Selatan, sebagian Kalimantan dan juga ada beberapa tempat di Jawa Timur. 

“Di Jawa Timur ini bukan daerah gambut tetapi mungkin karena kekeringan yang cukup bisa memicu kebakaran hutan dan lahan, ini juga sempat terjadi dua kali di Mojokerto dan Situbondo,” katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT