Upacara pelepasan atlet untuk menuju PON Papua tahun lalu. (Foto: Antara)
Antara

PALEMBANG, iNews.id - Pemprov Sumatera Selatan memastikan bonus atlet peraih medali di PON XX Papua segera terealisasi. Pernyataan ini disampaikan setelah sejumlah atlet menyampaikan keluh kesah di media. 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Selatan (Dispora) Sumsel, Ahmad Yusuf Wibowo memastikan uang bonus untuk atlet peraih medali di ajang multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua segera direalisasikan.

Yusuf pun tidak menyangkal, jika uang bonus yang telah dianggarkan dalam APBD 2022 itu terhambat lantaran besarannya tidak sesuai dengan raihan medali yang didapatkan atlet.

"Bonus atlet yang dianggarkan senilai Rp9,2 miliar, sementara kebutuhannya senilai Rp21 miliar termasuk atlet paralimpik. Penganggaran uang bonus atlet saat ini masih dalam proses pemantapan bersama dengan DPRD Provinsi," katanya, Selasa (22/2/2022).

Menurut Yusuf, pihaknya bersama dengan DPRD Provinsi tengah mempersiapkan skema alternatif yang alternatifnya diambil dari dana hibah KONI Sumsel, sehingga uang bonus atlet bisa segera terealisasikan 

"Itu skema alternatif sesuai koordinasi dengan Komisi V DPRD Provinsi. Kami pun ingin selesaikan proses ini secepatnya," katanya.

Sebelumnya, atlet anggar peraih medali emas PON XX Papua Ricky Dhisullima mengatakan, seluruh atlet yang mempersembahkan medali mengeluhkan sikap pemerintah yang dinilai kurang responsif menanggapi terkait bonus tersebut.

Karena diketahui, meskipun uang bonus tersebut berasal dari APBD tahun 2022, saat ini beberapa provinsi lain sudah mencairkannya untuk para atlet seperti diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat dan NTB.

Selain cepat mencairkan uang bonus, kata Ricky, masing-masing provinsi itu juga mengambil kebijakan untuk tidak mengenakan pajak sebesar 25 persen dari uang bonus yang diterima atletnya.

Maka, menurut Ricky, ia mewakili para atlet PON Papua lainnya mengharapkan pemerintah daerah untuk memberikan kepastian menunaikan janji pemberian bonus itu. Di mana senilai Rp300 juta untuk atlet peraih medali emas lalu medali perak dan perunggu juga disesuaikan.

"Harapannya semoga ada kepastian dan bisa dipercepat, tersalurkan utuh tanpa potongan pajak 25 persen seperti provinsi lain. Karena kami sudah menyelesaikan tugas dengan optimal," kata Ricky.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT