Viral, Siswi SMP Dikeroyok dan Dipukuli 3 Orang di Museum Palembang

Muhammad David ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 09:22 WIB
Viral, Siswi SMP Dikeroyok dan Dipukuli 3 Orang di Museum Palembang
Korban didampingi neneknya melapor insiden pengeroyokan ke Polrestabes Palembang (Muhamamd David/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Nasib pilu dialami oleh NA, seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Dia dianiaya oleh tiga temannya hingga wajah dan badannya memar.

Aksi penganiayaan ini terjadi pada Rabu (17/6/2020) di Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya Jalan Syakyakirti, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang.

Parahnya, aksi penganiayaan ini sempat direkam teman pelaku dan diunggah serta menjadi viral di media sosial.

Dalam video amatir berdurasi 45 detik itu tampak korban dijambak, ditampar dipukuli dan ditendangi oleh tiga remaja putri. Padahal selama ini, mereka adalah teman korban.

Pada awal video, korban terlihat berdiri bersama temannya sambil rambut korban ditarik. Tak lama, pipi korban ditampar hingga perutnya ditendang. Bahkan, korban sampai meringkuk di tanah dan tetap dipukuli oleh para pelaku.

Seorang siswi SMP dikeroyok tiga orang temannya di Museum, Palembang (Muhammad David/iNews)
Seorang siswi SMP dikeroyok tiga orang temannya di Museum, Palembang (Muhammad David/iNews)

Sementara itu, tak terima cucunya dianiaya, Marayu nenek korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang. Sebelumnya Marayu tak mengetahui jika cucunya telah aniaya karena NA tak berani bercerita.

“Saya baru mengetahui setelah tetangga memperlihatkan video penganiayan yang viral di medsos,” kata Marayu.

Menurut keterangan korban NA aksi penganiayan itu bermula saat pelaku tersinggung dengan ucapannya. Dia mengejek dengan kata wanita murahan. Pelaku yang tak senang diejek kemudian mengajaknya ke salah satu tempat sepi di museum.

“Saat pelaku dan saya tiba di lokasi kemudian langsung dikeroyok dan dianiaya oleh tiga teman saya,” kata korban di Mapolrestabes Palembang, Rabu (24/6/2020).

Penyidik Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan atas kasus penganiayaan tersebut.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto