Tok! Lewat Sidang Virtual, 2 Bandar Narkoba Asal Palembang Divonis Mati

Antara · Kamis, 16 April 2020 - 14:23:00 WIB
Tok! Lewat Sidang Virtual, 2 Bandar Narkoba Asal Palembang Divonis Mati
Sidang vonis bandar narkoba di Palembang lewat sidang virtual (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN), Palembang memvonis mati dua anggota sindikat narkoba. Selain itu, seorang anggota sindikat lainnya divonis hukuman penjara seumur hidup.

Ketiga sindikat narkoba itu yakni Uzama (46) yang beperan sebagai bandar. Kemudian Andi Eka (35) dan Yuswandi (40) yang merupakan seorang kurir. Ketiganya divonis dalam kasus penangkapan 23 kilogram sabu serta 1.940 butir pil ekstasi di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Majelis hakim menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Uzama dan Andi Eka sedangkan terdakwa Yuswandi dijatuhi vonis seumur hidup.

"Mengadili dan memutuskan sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 jo pasal 132 ayat (1) tentang narkotika dan menjatuhkan terhadap terdakwa Uzama dengan pidana mati," kata Hakim Ketua Erma Suharti saat membacakan vonis salah satu terdakwa dalam persidangan telekonferensi di Pengadilan Negeri Klas I Palembang, Kamis (15/4/2020).

Putusan tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Devianti Itera yang menuntut terdakwa Uzama dan Andi Eka dengan pidana seumur hidup serta terdakwa Yuswandi dengan pidana 20 tahun penjara.

Majelis hakim menganggap terdakwa Uzama dan Eka terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum menawarkan, menjadi perantara jual beli narkotika jenis sabu sebanyak 23 kilogram.

Sedangkan terdakwa Yuswadi terbukti menjadi perantara jual beli narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 1.940 butir.

Hal-hal yang memberatkan vonis yakni ketiganya tidak mendukung program pemberantasan narkoba dan tidak mengakui perbuatannya. Sementara hal-hal yang meringankan ketiganya merupakan kepala keluarga.

Atas vonis tersebut ketiga terdakwa nampak tanpa ekspresi dari layar monitor telekonferensi. Melalui penasihat hukum dari Posbakum PN Palembang, ketiganya menyatakan banding.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: