Duh, Alat Uji Spesimen Corona di Laboratorium Kesehatan Palembang Rusak

Antara ยท Rabu, 15 April 2020 - 17:49:00 WIB
Duh, Alat Uji Spesimen Corona di Laboratorium Kesehatan Palembang Rusak
Petugas laboratorium sedang cek spesimen virus corona (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang terpaksa meminjam alat centrifuge refrigerated ke Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri). Pasalnya, alat yang dimiliki BBLK rusak, sementara jumlah spesimen virus corona terus meningkat.

Kabid Pelayanan BBLK Palembang, dr Lisa Dewi, mengatakan centrifuge refrigerated milik BBLK Palembang rusak pada Senin sore (13/4/2020) setelah mengekstraksi sampel. Meski begitu, pemeriksaan tetap dapat dilanjutkan pada hari ini mengunakan centrifuge refrigerated milik FK Unsri.

"Sebelumnya kami sudah minta penambahan centrifuge refrigerated karena spesimen lumayan banyak, namun ternyata punya kami juga rusak dan untungnya FK Unsri bersedia meminjamkannya," kata dr Lisa, Rabu (15/4/2020).

Centrifuge refrigerated berfungsi memisahkan komponen sel darah dari cairan saat pengujian spesimen sehingga cairannya dapat dipakai untuk pemeriksaan RNA dan DNA yang akan diperiksa dengan teknik realtime polymerase chain reaction (PCR).

Terbatasnya jumlah centrifuge refrigerated membuat pemeriksaan spesimen corona atau Covid-19 masih agak lamban, padahal BBLK Palembang harus menguji spesimen dari Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung.

"Untuk sekali ekstraksi (pemisahan) dalam 2,5 jam bisa memeriksa 24 sampel, dan 1 hari bisa 3-4 kali ekstrasi, sekarang sampelnya masih banyak jadi memang butuh tambahan centrifuge refrigerated," kata dr Lisa.

Sejak 26 Maret 2020 hingga saat ini, kata Lisa, BBLK Palembang telah menerima 1.000 lebih spesimen dari lima provinsi tersebut, sekitar 700 spesimen di antaranya sudah selesai pengujian dengan mayoritas hasil negatif Covid-19.

Sedangkan kapasitas maksimal BBLK Palembang saat ini mampu menyelesaikan 90 spesimen dalam satu hari dengan asumsi satu orang yang diuji memiliki 2 -7 spesimen.

"Ketersediaan alat dan banyaknya antrian spesimen saat ini membuat hasil negatif atau positif corona baru dapat diketahui dalam dua hari dengan catatan jika penyerahan spesimen dilakukan cepat," kata dia.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Follow Berita iNewsSumsel di Google News

Bagikan Artikel: