Terungkap, Penculikan Baby Sitter di Palembang Ternyata Rekayasa

Firdaus ยท Kamis, 16 April 2020 - 18:52:00 WIB
Terungkap, Penculikan Baby Sitter di Palembang Ternyata Rekayasa
Tangkapan layar percakapan singkat penculik baby sitter dengan majikan korban yang menggegerkan warga Palembang. (Foto: iNews/Firdaus)

PALEMBANG, iNews.id – Tim Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkap penculikan baby sitter di Palembang yang menggegerkan warga. Kasus penculikan yang videonya ramai di media sosial itu ternyata hanya rekayasa.

Polisi sudah menangkap tiga pelaku yang semuanya perempuan. Salah satunya yakni, baby sitter bernama Romiati Wulan (25) yang sebelumnya menjadi korban, namun ternyata pelaku utama drama penculikan.

Selain Rimiati Wulan, dua pelaku lain yang diamankan yakni, Dedek Nurhayati (18) dan NR (15). Mereka ditangkap terkait video penculikan disertai penganiayaan terhadap baby sitter dengan meminta tebusan ratusan juta rupiah kepada majikan.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, korban penculikan merupakan otak utama dari drama atau rekayasa penculikan tersebut dengan motif ekonomi.

“Hasil dari interogasi, korban penculikan Romiati Wulan Sari ini merupakan baby sitter sekaligus otak utama dari drama penculikan. Sedangkan dua pelaku lagi yang masih sepupu pelaku berperan membantu pelaku melancarkan aksi drama,” katanya, Kamis (16/4/2020).

Dia menjelaskan, lokasi drama penculikan itu dilakukan di rumah salah satu pelaku di kawasan Talang Jambe, Sukarami, Palembang.
“Sejauh ini motif uang atau ekonomilah yang melatar belakangi pelaku Romiati nekat bersandiwara sambil meminta uang tebusan,” ujarnya.

Kombes Pol Hisar menjelaskan, otak utama rekayasa penculikan itu sudah menerima uang yang ditransfer majikannya sebesar Rp700.000.

“Kami masih melakukan pendalaman dari motif pengakuan pelaku apakah masih ada motif lain,” ucapnya.

Dari penangkapan ketiga pelaku, kata dia, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, pisau yang ada dalam video yang digunakan untuk mengancam seolah-olah akan melukai korban, handphone untuk merekam dan meminta uang tebusan, serta tali dan sepatu yang tergambar dalam video.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam pasal penipuan dengan pemerasan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: