Tersandung Kasus Narkoba, 9 Personel Polda Sumsel Dipecat

Sindonews.com, Dede Febriansyah ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 15:20 WIB
Tersandung Kasus Narkoba, 9 Personel Polda Sumsel Dipecat
Tersandung Narkoba, 9 Personel Polda Sumsel Dipecat (Dede Febriansyah/Sindonews)

PALEMBANG, iNews.id - Sembilan personel Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) dipecat secara tidak hormat. Mereka dipecat karena terlibat kasus narkoba dan melanggar disiplin tugas.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, sejumlah anggota yang terlibat kasus narkoba dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) lantaran putusan tetap pengadilan sudah keluar. Delapan anggota kepolisian tersebut dipecat lantaran tersandung kasus narkoba.

"Untuk satu anggota lainnya yang di-PTDH karena pengingkaran tugas atau jabatan tanpa permisi, seperti pergi ataupun meninggalkan tugas dan tidak ada tujuan untuk kembali bertugas atau disersi," kata Eko usai melaksanakan upacara PTDH anggota Polda Sumsel di Gedung Rekonfu Mapolda Sumsel, Selasa (29/6/2020).

Sembilan anggota Polda Sumsel yang di-PTDH yakni Bripka SYH dari Polrestabes Palembang, Bripka LRT dari Biddokes, Bripda DRM dari Polres Banyuasin.

Kemudian, Bripda SNY dari Polres Banyuasin, Brigadir SYD dari Polres Banyuasin, Brigadir SKM dari Polres Banyuasin, Aipda AZ dari Biddokes, Bripda AP dari Direktorat Samapta dan Brigadir AD dari Satuan Brimob.

Eko menambahkan, pemecatan ini merupakan pembelajaran dan ajang untuk instropeksi kepada personel lainnya.

"Ini sebagai pembelajaran dan sarana intropeksi bersama agar pengawasan serta pengendalian kepala satuan kerja lebih ditingkatkan lagi, sehingga tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh personil di satuan kerja ataupun satuan wilayah," kata Eko.

Selain memberhentikan personel yang tersandung kasus, Kapolda Sumsel juga memberikan penghargaan kepada 350 anggota lainnya yang dinilai berprestasi dalam kinerja.

"Ada juga 12 penghargaan untuk personel eksternal Polri yang telah membantu Polda Sumsel dalam pelaksanaan tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat," kata Eko.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto