Sempat ke Paranormal, Begini Kronologi Pengungkapan Polisi Gadungan di Sumsel

Okezone, Melly Puspita ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 13:13 WIB
Sempat ke Paranormal, Begini Kronologi Pengungkapan Polisi Gadungan di Sumsel
Ilustrasi penangkapan

PALEMBANG, iNews.id - Kasus penipuan polisi gadungan, Rio (45), pria asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan terbongkar. Sebelum dilaporkan polisi, identitas asli korban diketahui setelah ibu korban meminta jasa paranormal.

Pelaku Rio memacari korban bernama Munawaroh (40), tenaga kerja Indonesia (TKI) di Singapura asal Palembang selama tiga tahun terakhir. Menurut Ibu korban Rumina (54), pelaku berulang kali meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan.

Uang tersebut diakui untuk keperluan membeli motor dan membayar DP rumah di Mata Merah Palembang. Hal itu membuat keluarga korban curiga, apakah pelaku seorang anggota polisi sungguhan atau bukan.

"Saya curiga dengan pacar anak saya yang mengaku anggota Intel Polda Sumsel terus-menerus meminta uang, oleh karena itu saya mendatangi orang pintar (paranormal) dan hasilnya saya sangat kaget lantaran dia bukan polisi," kata Rumina.

Rumina kemudian berembuk dengan keluarga untuk melaporkan polisi gadungan tersebut ke Polresta Palembang. Polisi menangkap pelaku dengan pancingan anak korban yang akan menyerahkan sejumlah uang.

"Saya langsung melaporkan kejadian ke Propam Polrestabes Palembang dan juga SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi agar dia (pelaku) mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya," ujarnya.

Sebelumnya, Kasi Propam Polresta Palembang Kompol Dasril Efendi mengatakan, pelaku ditangkap di Jalan Jakabaring, Kelurahan Silaberanti tepatnya di samping Polresta Palembang, Kamis (20/2/2029).

"Sekitar pukul 15.00 WIB, ditangkap" kata Kompol Dasril.

Sementara itu, pelaku Rio mengaku bersalah karena identitas palsunya sebagai anggota polisi. Hal tersebut untuk memacari korban dengan mudah. Dia berkilah akan menikahi korban jika pulang ke Indonesia.

"Niat saya memang ingin menikahi korban, tapi saya akui cara saya salah dengan menipu korban sebagai anggota (polisi)," ucap Rio.


Editor : Nani Suherni