Rencana Jembatan Sumsel-Babel Dinilai Berdampak Negatif bagi Angkutan Penyeberangan

Dede Febriansyah ยท Senin, 17 Mei 2021 - 11:30:00 WIB
 Rencana Jembatan Sumsel-Babel Dinilai Berdampak Negatif bagi Angkutan Penyeberangan
Aktivitas di Pelabuhan TAA Banyuasin, Sumsel. (Foto: Dok/Sindonews)

"Padahal bila ingin mempercepat dan menambah kapasitas angkut di transportasi penyeberangan ferry menjadi 3 kali lipat yang ada tidak membutuhkan biaya yang lebih dari Rp500 miliar untuk pembangunan 1 pasang dermaga, termasuk pengerukan yang ada di alur lintas transportasi penyeberangan. Tentunya kita juga bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi terutama ekonomi kerakyatan dan ekonomi maritim yang tumbuh di sekitar wilayah pelabuhan dan jalur yang dilewati angkutan yang menggunakan ferry," katanya.

Rakhmatika juga mengatakan, apabila kendaraan yang menuju pelabuhan lewat jembatan dan harus melewati jembatan tol, maka akan mematikan ekonomi kerakyatan dan ekonomi maritim yang ada di sekitar wilayah tersebut.

"Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat diharapkan dapat mengkaji manfaat dan kerugian dari dampak pembangunan jembatan terhadap ekonomi kerakyatan dan ekonomi maritim yang saat ini tumbuh, dibanding dengan pembangunan jembatan yang membutuhkan biaya belasan triliun yang akan direalisasikan dalam tahun-tahun ini dimana kondisi negara sedang dalam kesulitan," ucapnya.

Editor : Berli Zulkanedi

Bagikan Artikel: