Produksi Padi Sumsel Tahun 2020 Naik 3,59 Persen Dibanding 2019

Antara ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 09:01:00 WIB
Produksi Padi Sumsel Tahun 2020 Naik 3,59 Persen Dibanding 2019
Ilustrasi petani panen padi. (Foto: iNews.id/Budi Utomo)

PALEMBANG, iNews.id - Produksi padi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di tahun 2020 diprediksi akan naik 3,59 persen dibanding tahun sebelumnya 2019. Padahal, di tahun ini Sumsel sedang dilanda pandemi Covid-19.

“Setelah kami hitung, ada potensi peningkatan produksi padi hingga akhir tahun 2020 di Sumsel atau meningkat tipis 3,59 persen dibanding tahun lalu. Terdapat beberapa fenomena yang mendukung peningkatan tersebut,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, Jumat (16/10/2020).

Endang menambahkan, penghitungan angka potensi juga menggunakan produktivitas Survei Ubinan Subround III 2019.

Endang melanjutkan, BPS memperkirakan produksi beras Sumsel bisa mencapai 2,69 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2020. Hal ini berdasarkan penghitungan BPS dengan menggunakan metode kerangka sampel area (KSA).

Menurut dia, kondisi iklim di mana kemarau yang relatif panjang pada tahun lalu membuat masa tanam mundur ke akhir 2019, sehingga terjadi musim panen pada Maret 2020.

Kemudian, lanjut Endang, ada pula program peningkatan indeks pertanaman (IP) melalui penyaluran benih bersertifikat untuk lahan seluas 23.500 Hektare (Ha).

“Pemerintah juga melaksanakan program sapras pertanian, mulai dari perbaikan jaringan irigasi tersier, optimasi lahan, serta pengadaan embung pertanian,” katanya.

Lebih lanjut Endang mengatakan, potensi peningkatan produksi juga dibarengi dengan potensi peningkatan luas panen sepanjang tahun 2020. BPS menghitung terjadi peningkatan luas panen sebesar 2,21 persen dari semula 539.320 Ha menjadi 551.240 Ha.

Endang mengatakan produksi padi banyak disokong oleh Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Ogan Komering Ilir (OKI).


Editor : Nur Ichsan Yuniarto