Pemkot Palembang Akan Gelar Rapid Test Massal untuk Pedagang Pasar

Antara ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 09:17 WIB
Pemkot Palembang Akan Gelar Rapid Test Massal untuk Pedagang Pasar
Rapid test . (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah Kota Palembang segera menggelar rapid test Covid-19 massal. Rapid test ini akan dilakukan untuk seluruh pedagang pasar tradisional lantaran rawannya penyebaran corona di tempat tersebut.

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pemkot saat ini masih mematangkan rencana rapid test untuk pedagang pasar itu.

“Sudah kami rencanakan, sedang digodok. Saya akan dorong secepatnya untuk rapid test bagi pedagang pasar tradisional,” kata Fitri, Jumat (26/5/2020).

Fitri menambahkan, penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional memang sulit untuk dikendalikan, berbeda halnya dengan tempat keramaian lain, seperti mal dan kantor-kantor pelayanan publik.

“Penyebaran Covid-19 yang belum bisa dikontrol itu masih di pasar saja, kalau tempat keramaian lain lebih ketat karena mereka betul-betul menyediakan fasilitas untuk penegakkan protokol kesehatan,” kata dia.

Menurut dia, pemkot cenderung memilih untuk menerapkan rapid test daripada swab test. Rapid test merupakan langkah awal dari prosedur pengecekan virus. Ini persiapan untuk pemeriksaan massal tak perlu menunggu waktu lama seiring ketersediaan alat yang cukup banyak.

“Lagi pula untuk swab itu biaya mahalnya bisa sampai Rp2 juta-an, sementara rapid lebih murah. Kalau memang nanti ada yang reaktif maka akan dilanjutkan tes swab,” kata dia.

Firtri melanjutkan, jika pun nanti ada pedagang pasar yang dinyatakan positif, maka mereka harus melakukan isolasi secara mandiri atau di tempat yang telah disediakan pemerintah, seperti di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang

“Jika nanti ternyata pedagang tersebut masuk kategori OTG (orang tanpa gejala) maka tidak perlu pelayanan kesehatan, bisa [isolasi] mandiri atau di Wisma Atlet, tetapi kalau memang dia sakit dan butuh pelayanan medis bisa di rumah sakit,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto