get app
inews
Aa Text
Read Next : Terus Melandai, Kasus Baru Covid-19 di Sumsel Bertambah 62 Orang

Palembang Rawan Banjir, BPBD Sumsel Minta Pemda Benahi Drainase

Selasa, 14 September 2021 - 19:13:00 WIB
Palembang Rawan Banjir, BPBD Sumsel Minta Pemda Benahi Drainase
Banjir di ruas Jalan A Yani setelah hujan hampir seharian di Palembang pada Rabu (1/9/2021). (Foto: Ist)

PALEMBANG, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selata (Sumsel) merekomendasikan kabupaten dan kota membenahi sistem drainase serta tanggul. Tindakan antisipasi harus dilakukan, karena intensitas terus meningkat yang dapat mengakibatkan banjir.

“Bencana banjir hampir terjadi di semua daerah, pengoptimalan (fungsi) drainase di wilayah resapan harus dilakukan, termasuk tanggul-tanggul penahan luapan air sungai juga harus dipastikan kokoh,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iriansyah, Selasa (14/9/2021).

Dia menekankan pentingnya pemerintah daerah melakukan pengecekan untuk memastikan infrastruktur pendukung upaya pencegahan banjir berfungsi baik. “Bencana alam tidak bisa diprediksi, sewaktu-waktu bisa terjadi, tapi kita bisa mengurangi resiko ancaman itu,” katanya.

Kota Palembang termasuk daerah yang rawan menghadapi banjir. BPBD menyarankan pemerintah kota menata daerah resapan air serta memastikan sistem drainase berfungsi baik untuk menekan risiko banjir. “Sudah kami rekomendasikan kepada OPD terkait di Kota Palembang,” kata Iriansyah.

Daerah lain yang menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu Timur, Penukal Abab Lematang Ilir, Lahat, Pagaralam, dan Empat Lawang juga disarankan memperbaiki sistem drainase untuk meminimalkan risiko banjir.

Kepala Stasiun Klimatologi dan Geofisika Kelas 1 Palembang Wandayantolis mengatakan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprakirakan mengalami peningkatan curah hujan mulai dari September-Oktober 2021 sampai dengan akhir triwulan pertama 2022.

Menurut dia, puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada triwulan pertama 2022 dengan kisaran curah hujan 400 mm per bulan.

Dengan kondisi yang demikian, ia mengatakan, banjir dan tanah longsor bisa terjadi di daerah pesisir dan atau dataran tinggi.

“Walau pun puncaknya tahun depan tapi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi ini paling telat November sudah mulai bergerak untuk antisipasi dampak minor musim penghujan," katanya.

Editor: Berli Zulkanedi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut