Muba Serap Karet Petani untuk Campuran Aspal Perbaikan Jalan
PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menyerap setidaknya empat ton karet petani untuk bahan pembangunan jalan sejauh 1,9 kilometer di Kecamatan Plakat Tinggi. Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah menyerap karet petani dalam program aspal karet.
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex pembangunan ini menggunakan dana yang bersumber dari APBN yakni melalui pos dana alokasi khusus pada 2021. Sebelumnya, program serupa sudah direalisasikan di jalan Kecamatan Sungai Lilin dan Kota Sekayu.
"Kini, giliran Kecamatan Plakat Tinggi Muba mulai dari Jalan SP 11 hingga Trans B2," katanya, Jumat (23/7/2021).
Getah karet tersebut diperoleh dari Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) yang kemudian melakukan pengolahan di workshop pabrik aspal karet untuk diubah menjadi lateks.
Dari empat ton lateks terpravulkanisasi itu, dihasilkan 58 ton aspal karet. Lalu, aspal karet itu dicampur agregat sehingga eratnya menjadi 900 ton.
Bukan hanya Kecamatan Plakat Tinggi, pemkab juga akan membangun jalan berbasis aspal karet di Kecamatan Lais, Seratus Lapan, dan Talang Siku. "Adanya serapan karet petani ini setidaknya membantu di tengah Covid-19," katanya.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir harga pembelian UPPB untuk karet lateks saat ini senilai Rp19.000-Rp20.000 per kg.
Harga itu jauh lebih tinggi dibandingkan petani menjual karet dalam bentuk bahan olahan karet yang berkisar Rp9.000-Rp10.000 per kg.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin Iskandar mengatakan pihaknya bertekad merealisasikan hilirisasi komoditas ini karena hampir 80 persen penduduknya menggantungkan hidup pada sektor ini.
Editor: Berli Zulkanedi