Menuju New Normal, Pemkot Palembang Kaji Pelaksanaan Salat Berjemaah

Antara ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 19:19 WIB
Menuju New Normal, Pemkot Palembang Kaji Pelaksanaan Salat Berjemaah
Salat berjamaah (Foto: iNews/Taufik Budi)

PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah Kota Palembang mengajak warga untuk lebih displin saat melakukan salat berjemaah. Hal ini dilakukan seiring perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan persiapan menuju new normal.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, salat berjemaah terutama salat Jumat akan kembali digelar namun tetap mengoptimalkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan dengan pengawasan.

"Maksud pengawasan itu bukan bersifat pengawasan hukuman, tapi pendekatan supaya masyarakat ikut protokol kesehatan," kata Harnojoyo Masjid Habibturrahman Plaju.

Dia menambahkan, pihaknya masih mengkaji kemungkinan semua masjid dapat melaksanakan salat Jumat berjamaah.

“Untuk sementara masjid harus menerima rekomendasi surat dari gugus tugas Covid-19 jika ingin melaksanakannya,” kata dia.

Sementara Kepala Kementerian Agama Kota Palembang, Deni Priansyah mengatakan, pemerintah tidak pernah menutup masjid untuk ibadah salat berjemaah. Selama ini pemerintah hanya menekankan imbauan mengganti salat Jumat berjamaah di masjid dengan salat Zuhur di rumah.

“Salat Jumat dapat dilaksanakan untuk kelurahan bukan zona merah atau tidak ada kasus positif Covid-19 di sekitar masjid, jika terdapat kasus maka salat Jumat tetap digantikan salat Zuhur di rumah," kata dia.

Dia meminta pengurus masjid berkoordinasi dengan camat dan lurah wilayah masing-masing terkait rekomendasi pelaksanaan salat jumat.

“Kota Palembang masih berstatus zona merah Covid-19 alias belum aman sepenuhnya,” kata dia.

Dia juga meminta semua masjid di Kota Palembang menjalankan protokol kesehatan dengan menyediakan sabun cuci tangan, memberikan jarak saf shalat satu meter. Kemudian, mengukur suhu tubuh jamaah dan memastikan jemaah menggunakan masker serta membawa sajadah sendiri.

"Masjid harus proaktif dalam upaya pencegahan supaya tidak menjadi klaster penularan Covid-19, masyarakat juga harus disiplin menggunakan masker agar ibadah jadi aman," kata Deni.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto