Mahasiswi Tewas saat Aborsi, Polisi: Korban Pakai Popok Berisi Janin 7 Bulan

Sindonews.com, Era Neizma Wedya ยท Rabu, 08 April 2020 - 11:27 WIB
Mahasiswi Tewas saat Aborsi, Polisi: Korban Pakai Popok Berisi Janin 7 Bulan
Ilustrasi petugas evakuasi jenazah (Foto: iNews/Ulil Amri)

PALEMBANG, iNews.id - Seorang mahasiswi berinisial UK (23) ditemukan tewas membusuk di kamar kos Jalan Sungai Sahang Muhajirin IV, Kelurahan Lorok Pakjo, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Saat ditemukan, korban menggunakan popok dewasa.

Kanit Reskrim Polsek Sektor Ilir Barat I Palembang Iptu Ginting mengatakan, mayat korban ditemukan pada Selasa lalu (7/4/2020) oleh warga yang curiga dengan adanya bau busuk di dalam kamar. Saat diperiksa, ternyata korban sudah dalam keadaan tewas.

"Korban ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah membusuk serta mengenakan popok dewasa," kata Ginting, Rabu (8/4/2020).

Ginting menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban yang tercatat sebagai warga LK 3 Desa Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, diduga sudah tewas sekitar tiga hari.

Sementara itu, dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Indra Nasution, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan luar di tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

"Namun, petugas menemukan jaringan dari alat kelamin korban," kata Indra.

Indra menambahkan, awalnya petugas sempat bingung atas temuan jaringan tersebut. Sebab jasad korban sudah dalam keadaan membusuk dan meninggal sekitar tiga hari.

Oleh karena itu, lanjut Indra, pihaknya melakukam pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya ditemukan sisa janin dengan usia sekitar enam sampai tujuh bulan di balik popok yang dikenakan korban.

"Kami menduga korban tewas setelah mengalami pendaraan karena diduga melakukan aborsi sendiri,"  kata Indra.

Selain itu, lanjut Indra, petugas juga menemukan banyak obat yang berada di sekitar jasad korban. Hingga kini petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Termasuk untuk penyebab pasti kematian yang masih menunggu hasil visum," kata Indra.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto