Kreatif, Siswa SMK Negeri Sumsel Ciptakan Motor Ambulans Berbiaya Rp35 Juta

Antara ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 19:26 WIB
Kreatif, Siswa SMK Negeri Sumsel Ciptakan Motor Ambulans Berbiaya Rp35 Juta
Badan motor ambulans karya siswa SMKN Sumsel dapat menampung dua orang, Rabu (19/2/2020). (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.idAmbulans selama ini identik dengan mobil. Namun, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Sumatera Selatan (Sumsel), yang kreatif berhasil menciptakan motor ambulans.

Biaya pembuatan motor ambulans itu juga tergolong tidak begitu besar. Dengan biaya Rp35 juta dan selama dua bulan, para siswa bergotong royong menciptakan kendaraan alternatif untuk mengangkut pasien dan warga yang memerlukan penanganan medis.

Ketua tim pembuatan motor ambulans SMKN Sumsel, Riyo Dzulkarnain mengatakan, bahan baku atau alat-alat untuk merakit menggunakan barang baru dan sebagian barang bekas tak terpakai.

“Kami menggunakan motor sekolah yang masih layak pakai, jadi lumayan untuk menghemat modal,” ujar Riyo, yang juga siswa kelas 12 jurusan otomotif SMKN Sumsel.

Proses perakitan hingga melengkapi komponen dikerjakan setiap hari pada waktu pulang sekolah maupun saat praktek kelas. Dalam pengerjaan, para siswa juga didampingi para guru.

Riyo mengaku, bagian tersulit yang mereka hadapi saat merakit badan ambulans karena butuh waktu hingga tiga minggu. Sementara perakitan mesin dan lainnya tidak menemui kendala apapun.

“Kami harus membuat badan motor ambulans kokoh, kuat dan presisi walaupun prosesnya serba manual,” kata Riyo.

Meski sekilas motor ambulans tersebut mirip becak motor, badan ambulans memiliki dimensi panjang 2 meter dan lebar 1 meter. Motor ambulans mampu menampung 1 kasur ukuran tubuh orang dewasa. Kemudian, kipas angin, tabung oksigen, tabung gas kebakaran, kotak P3K, sirene, alat komunikasi, tandu, dan kotak sampah.

“Ambulans motor ini berkapasitas tiga orang. Jadi satu orang mengemudikan motor, satu orang korban dan satu orang penjaga di dalam,” ujar Riyo.

Sementara Kepala SMKN Sumsel Rafli mengatakan, motor ambulans karya siswanya itu dikerjakan oleh siswa dari empat jurusan, yakni teknik permesinan, teknik kendaraan ringan, teknik mekatronika dan teknik listrik. Proses pembuatan dilakukan bergantian oleh para siswa.

“Tetapi memang tim intinya ada delapan orang yang mengerjakan setiap hari dan didampingi guru masing-masing jurusan,” kata Rafli.

Tampak motor ambulans karya siswa SMKN Sumsel yang berdimensi panjang 2 meter dan lebar 1 meter, Rabu (19/2/2020).
Tampak motor ambulans karya siswa SMKN Sumsel yang berdimensi panjang 2 meter dan lebar 1 meter, Rabu (19/2/2020).

Menurutnya ide pembuatan motor ambulans itu berasal dari kebutuhan sekolah terhadap ambulans melihat kondisi sekolah yang banyak memiliki bengkel praktik. Mereka menilai perlu untuk mengantisipasi insiden kecelakaan saat praktik. Motor ambulans dinilai lebih efisien dibandingkan harus mengandalkan mobil ambulans.

SMKN Sumsel akan melaporkan karya motor ambulans ke Pemprov Sumsel agar dapat dibuat secara massal. Pihaknya juga berencana mengenalkan motor ambulans kepada masyarakat dengan harapan ada yang berminat memesan.

“Siswa dan guru juga masih terus mengevaluasi motor ambulans ini sampai dirasa sempurna dan siap pakai,” ujar Rafli.


Editor : Maria Christina