Asian Games 2018 Ikut Andil Turunkan Angka Kemiskinan Palembang

Antara ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 14:29 WIB
Asian Games 2018 Ikut Andil Turunkan Angka Kemiskinan Palembang
Kepala Bappeda Litbang Pemkot Palembang, Harrey Hadi, Rabu (19/2/2020). (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id – Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata turut berdampak pada angka kemiskinan di kota itu. Kemiskinan di Bumi Sriwijaya itu mneurun dari 10,95 persen pada 2018 menjadi 10,90 persen pada 2019.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Pemkot Palembang Harrey Hadi mengatakan, setelah penyelenggaraan Asian Games 2018, banyak tercipta lapangan kerja di Palembang. Hal ini juga didukung dengan masuknya investasi dan penambahan sejumlah infrastruktur.

“Penurunan angka kemiskinan memang relatif tidak signifikan. Tetapi, efek Asian Games memang ada,” ujar Harrey Hadi di Palembang, Rabu (19/2/2020).

Harrey mengatakan, ada delapan sektor yang pergerakannya cenderung melambat sebelum Asian Games digelar. Namun, pascapesta olahraga tingkat Asia itu, semua sektor dapat terangkat karena masuknya investasi yang meningkatkan peredaran uang.

Penurunan angka kemiskinan juga ditopang dari berbagai program Pemkot Palembang di semua sektor. Program tersebut di antaranya, kredit tanpa agunan bagi 4.000 UMKM, pengentasan kawasan kumuh bedah rumah, pemberian bibit gratis pertanian, perikanan, serta peternakan.

 

Program yang lebih mengarahkan kemandirian masyarakat tersebut juga diklaim efektif meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,69 persen pada 2018, dibandingkan 2017 sebesar 6,16 persen. Sementara untuk 2019 masih dalam penghitungan.

“Tahun 2020 kami menargetkan angka kemiskinan bisa turun lagi ke 10,6 atau 10,7 dengan melanjutkan beberapa program yang sudah efektif dijalankan,” kata Harrey.

Pemkot Palembang optimistis angka kemiskinan dapat ditekan seiring pertumbuhan ekonomi di Kota Palembang yang terus meningkat. Ini didukung dengan kehadiran infrastruktur seperti Jembatan Musi IV, Musi VI, LRT, dan pembangunan jalan-jalan baru, yang melancarkan aksesibilitas kegiatan ekonomi masyarakat.

“Target kami 2023 angka kemiskinan sudah satu digit. Caranya dengan memaksimalkan program-program berbasis peningkatan kompetensi dan kemandirian UMKM yang bisa membuka lapangan kerja baru,” kata Harrey.


Editor : Maria Christina