Hewan yang Lewat di Kampus Unsri Bukan Harimau Tapi Macan Akar

Antara ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 13:53 WIB
Hewan yang Lewat di Kampus Unsri Bukan Harimau Tapi Macan Akar
Harimau (Antara/Raisan Al Farisi)

PALEMBANG, iNews.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan tidak ada indikasi kemunculan harimau di kebun riset Universitas Sriwijaya Kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini ditegaskan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Sumsel Aziz Abdul Latif.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan tim di lapangan, indikasi hewan yang paling mungkin dilihat oleh saksi bukan harimau tapi macan akar.

"Hasilnya memang ada ditemukan jejak, tapi ukurannya kecil, kemudian keterangan dari salah satu saksi yang melihat rupa macan akar. Jadi insya Allah Unsri masih aman," kata dia.

BACA JUGA: Seekor Harimau Berkeliaran di Area Perkebunan Kampus Indralaya Unsri

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan menuturkan, macan akar memiliki ukuran tubuh dan suara auman yang jauh lebih kecil dari harimau serta keberadaanya tidak membahayakan manusia.

"Karena berdasarkan informasi memang sering ditemukan macan akar di kebun itu, maka kami belum berencana mengevakuasinya selagi ia belum berkonflik dengan manusia," kata Genman.

Seperti diketahui, seekor harimau dilaporkan beberapa kali terlihat di kompleks Unsri kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. Akibatnya, aktivitas riset di area perkebunan tersebut saat ini dihentikan sementara.

Kepala Kebun Riset Unsri Kampus Indralaya, M Umar Harun mengatakan, keberadaan hewan buas tersebut sudah terlihat enam hari terakhir. Bahkan, laporan itu tidak hanya datang dari satu pelapor.

BACA JUGA: Ada Laporan Penampakan Harimau di Kampus Unsri, BKSDA Sumsel Turun Tangan

Menurut dia laporan kemunculan dugaan harimau pertama kali diterimanya pada Sabtu (4/1/2020) saat seorang mahasiswa tengah melaksanakan riset di kebun kelapa sawit.

"Mahasiswa tersebut mengaku mendengar suara auman, namun tidak melihat wujud sumber suara karena langsung berlari ketakutan," ujar dia.

Laporan kedua diterima pada Selasa (7/1/2020) saat seorang penyadap mengaku melihat hewan sebesar anak sapi yang memiliki belang, lokasinya tidak jauh dari lokasi laporan pertama.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto