get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragedi di Sungai Kalimborang, Korban Kedua Mahasiswa Terseret Arus Ditemukan Tewas

Seekor Harimau Berkeliaran di Area Perkebunan Kampus Indralaya Unsri

Kamis, 09 Januari 2020 - 10:30:00 WIB
Seekor Harimau Berkeliaran di Area Perkebunan Kampus Indralaya Unsri
Harimau di area perkebunan Kampus Indralaya Unsri. (Foto: Istimewa).

PALEMBANG, iNews.id - Seekor harimau dilaporkan beberapa kali terlihat di kompleks Universitas Sriwijaya (Unsri) kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Aktivitas riset di area perkebunan tersebut saat ini dihentikan sementara.

Kepala Kebun Riset Unsri Kampus Indralaya, M Umar Harun mengatakan, keberadaan hewan buas tersebut sudah terlihat enam hari terakhir. Bahkan, bukan hanya dari satu pelapor.

Menurut dia laporan kemunculan dugaan harimau pertama kali diterimanya pada Sabtu (4/1/2020) saat seorang mahasiswa tengah melaksanakan riset di kebun kelapa sawit.

BACA JUGA: Ada Penampakan Harimau di OKU, Bupati: Warga Harus Waspada

"Mahasiswa tersebut mengaku mendengar suara auman, namun tidak melihat wujud sumber suara karena langsung berlari ketakutan," ujar dia.

Laporan kedua diterima pada Selasa (7/1/2020) saat seorang penyadap mengaku melihat hewan sebesar anak sapi yang memiliki belang, lokasinya tidak jauh dari lokasi laporan pertama.

Namum si penyadap melihatnya dari jarak cukup jauh dan menjelang maghrib, sehingga tidak terlalu jelas. Kemudian pihak kampus mengecek kebenaran informasi itu ke lokasi.

"Kami melihat ada jejak-jejak, tapi kami belum tahu apa itu jejak macan atau harimau karena kami bukan ahlinya," ujarnya.

BACA JUGA: BKSDA Sumsel: Waspada! Harimau di Muara Enim Belum Tertangkap

Terkait laporan tersebut, dia sudah menghimbau seluruh civitas akademika untuk menghentikan sementara aktivitas riset di area perkebunan Unsri, pihaknya juga telah melapor ke BKSDA untuk meminta bantuan pengecekan temuan hewan buas ini.

Area kebun riset kampus Unsri Indralaya, kata dia, memiliki luas 200 hektare yang didominasi semak belukar, 30 hektar diantaranya merupakan kebun sawit aktif dan 15 hektar kebun karet.

"Setahu kami di dalam perkebunan itu memang masih banyak babi, tapi untuk predator semacam harimau atau macam kami belum pernah lihat," katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut