Hadapi Anomali Cuaca, Basarnas Palembang Siaga di Seluruh Sumsel

Antara ยท Sabtu, 06 November 2021 - 17:03:00 WIB
Hadapi Anomali Cuaca, Basarnas Palembang Siaga di Seluruh Sumsel
Basarnas Palembang siagakan personel dan peralatan mengantisipasi bencana dampak peningkatan hujan. (Foto: Ist)

PALEMBANG, iNews.id - Peningkatan intensitas hujan yang dapat mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor mengharuskan kesiapsiagan dari instansi terkait. Badan SAR Nasional (Basarnas) Palembang telah menyiagakan ratusan personelnya di semua wilayah sub- regional di kabupaten dan kota.

Kepala Basarnas Palembang Hery Marantika mengatakan, para personel ditugaskan untuk melakukan pemantauan terhadap kejadian bencana yang diprakirakan meningkat hingga Maret 2022.

“Ratusan personel kami siagakan. 70 orang personel di antaranya terpusat di Palembang dan sekitarnya yang rawan terjadi bencana banjir,” katanya. 

Menurutnya, peralatan pertolongan, seperti perahu karet, kendaraan darat, oksigen selam berikut peralatan penunjang lainnya sudah dipastikan siap digunakan kapanpun. “Peralatan ini penting dalam proses evakuasi korban bila sewaktu-waktu terjadi bencana,” ujarnya.

Selain memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan, lanjutnya, Basarnas juga menyiagakan posko pengaduan bencana yang terkoneksi dengan pemangku kepentingan kebencanaan, seperti BPBD, Tagana atau TNI/Polri.

“Posko tersebut aktif selama 24 jam menggunakan layanan darurat dengan nomor 115,” katanya.

Ia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan, seperti tidak beraktivitas di tepi sungai bila tidak begitu dibutuhkan. Sebab, intensitas hujan hingga beberapa waktu ke depan diprakirakan rendah dan menengah skala 200-300 mm dengan potensi bencananya besar.

Berdasarkan rekapitulasi dari BPBD Sumsel, selama tahun 2021, sedikitnya tercatat ada 136 kejadian dan dampak bencana hidrometeorologi, meliputi bencana banjir 17 kasus, puting beliung 17 kasus, banjir bandang lima kasus, tanah longsor 10 kasus, dan kebakaran 87 kasus.

Selain itu, rumah dengan kondisi rusak sebanyak 676 unit, rumah terendam 1.766 unit, sekolah satu unit, jembatan gantung empat unit, dan mushalla tiga unit.

Editor : Berli Zulkanedi

Bagikan Artikel: