Gubernur Sumsel Curhat Sampel Swab Menumpuk karena 1 Lab Dipakai 5 Provinsi

Rizki Maulana, Nur Ichsan ยท Senin, 04 Mei 2020 - 19:01 WIB
Gubernur Sumsel Curhat Sampel Swab Menumpuk karena 1 Lab Dipakai  5 Provinsi
Gubernur Sumsel Herman Deru (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Sampel tes swab pasien di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menumpuk di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang. Hal ini yang menyebabkan lambatnya update pasien virus corona atau Covid-19 di Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru buka suara terkait hal itu. Menurut dia, memang ada keterbatasan di BBLK Palembang.

“Ada sampel yang menumpuk kan keterbatasan laboratorium juga, sehari cuma bisa cek 93 sampel,” kata Herman saat berbincang dalam diskusi virtual dengan tajuk ‘Episentrum Covid-19 Bergeser ke Luar Jakarta, Bagaimana Kesiapan Daerah?’ bersama iNews.id, Senin (4/5/2020).

Tak hanya itu, Herman juga menyebut jika laboratoriumnya dipakai oleh lima provinsi.

“Jadi laboratorium Sumsel itu melayani lima provinsi. Sumsel, Lampung, Bangka Belitung, Jambi dan Bengkulu,” kata dia sambil terkekeh.

Herman kemudian berkelakar jika hasil swab positif corona di daerah-daerah lainnya sedikit, sementara di Sumsel langsung melonjak tinggi.

“Jadi jangan heran kalau kawan-kawan sebelah hasil positifnya sedikit-sedikit, karena Sumsel yang lebih banyak sampel,” katanya.

Selain Herman, dialog secara virtual yang disiarkan langsung melalui akun YouTube iNews Portal ini juga menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, CEO Alvara Research Hasanuddin Ali dan Pakar Kesehatan Masyarakat dari Griffith University Australia Febi Dwirahmadi.

Untuk diketahui, tak ada penambahan kasus pasien positif corona atau Covid-19 di Provinsi Sumsel hari ini. Hal ini diketahui berdasarkan laporan media harian Covid-19, Senin (4/5/2020) pukul 12.00 WIB. Minggu (3/5/2020) jumlah pasien positif Corona di Sumsel melonjak 29 kasus, hingga menjadi 185 orang.

Pasien positif Corona di Sumsel hari ini tetap berjumlah 185 orang. Sementara itu, pasien sembuh bertambah tujuh orang sehingga menjadi 43 orang.  Pasien meninggal dunia bertambah satu menjadi lima orang.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto