Gegara Covid-19, Pendapatan Asli Dearah Sumsel Tak Capai 50 Persen dari Target

Antara ยท Senin, 22 Juni 2020 - 17:38 WIB
Gegara Covid-19, Pendapatan Asli Dearah Sumsel Tak Capai 50 Persen dari Target
Pendapatan Asli Dearah Sumsel Tak Capai 50 Persen dari Target (Ilustrasi Antara/Fenny Sely)

PALEMBANG, iNews.id - Target penerimaan pajak daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan signifikan hingga 50 persen. Penurunan ini dipengaruhi pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel Neng Muhaiba mengatakan, menurunnya realisasi penerimaan pajak daerah itu terlihat jelas di lima sektor. Sehingga dipastikan akan mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara keseluruhan.

"Kinerja itu disebabkan oleh pandemi karena sepanjang Covid19 dalam satu hari pembayaran pajak dari wajib pajak (WP) turun signifikan. Biasanya mencapai Rp9 miliar sampai Rp10 miliar, sekarang Rp3 miliar sampai Rp4 miliar dalam satu hari," kata Neng, Senin (22/6/2020).

Neng menambahkan, rincian realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) baru mencapai 41,90 persen, PBNKB 38,15 Persen, PBBKB 40,44 persen, PAP 46,10 persen dan Pajak Rokok hanya 44,11 persen.

"Jika ditotalkan dari kelima sektor itu baru mencapai 40,8 persen. Tapi kami tetap optimistis sampai akhir tahun target pendapatan daerah bisa tercapai," kata dia.

Neng melanjtkan, penurunan juga terjadi karena banyak Samsat pembantu yang ditutup sementara waktu sampai COVID-19 usai atau sampai diizinkan kembali beroprasi.

"Samsat mall, samsat corner atau samsat keliling (Samling) kita setop dulu operasionalnya sejak Maret lalu. Mungkin ini juga ikut memengaruhi menurunnya pendapatan daerah dari lima sektor pajak," kata Neng.

Penutupan operasional Samsat Mall, Samsat Corner dan juga Samling karena mengikuti intruksi dari kepala daerah agar meniadakan lokasi yang bisa mengakibatkan adanya kerumunan masa.

Namun demikian, kata Neng, kantor Pelayanan Samsat di seluruh Sumsel tetap beroperasi dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

"Kami ikuti protokol kesehatan seperti menerapkan social distancing dalam antrean, WP diwajibkan memakai masker saat memasuki kantor pelayanan, dan juga seperti di Samsat Satu Palembang ada bilik disinfektan,” katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto