Dinilai Ada Kecurangan, Warga 8 Desa Desak DPRD Muba Batalkan Pilkades Serentak

Edi Lestari ยท Minggu, 01 Maret 2020 - 21:44 WIB
Dinilai Ada Kecurangan, Warga 8 Desa Desak DPRD Muba Batalkan Pilkades Serentak
Warga dari delapan desa berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Musi Banyuasin mendesak pembatalan Pilkades serentak. (Foto: iNews/Edi Lestari)

MUSI BANYUASIN, iNews.id – Ribuan warga dari delapan desa di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar aksi damai dengan membaca Surat Yasin di depan Kantor DPRD, Minggu (1/3/2020). Aksi damai itu sebagai bentuk dukungan terhadap delapan bakal calon kepala desa (cakades) yang tidak diloloskan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Kedelapan desa itu yakni, Danau Cala, Lumpatan Dua, Epil, Gajah Mati, Letang, Tanjung Agung Selatan, Supat, dan Langkap. Dalam aksinya, warga mendesak penetapan bakal calon kades yang sudah dibatalkan Dinas PMD dilakukan seleksi ulang.

Tokoh masyarakat Musi Banyuasin, Amirul mengatakan, penetapan peserta bakal calon kades diduga ada permainan oleh oknum Dinas PMD. Sebab, pihak Dinas PMD tidak menjalani aturan seleksi tahap demi tahap.

“Para bakal calon kades digugurkan pada tes pisikotes, sehingga para peserta merasa adanya kecurangan saat dilakukan proses seleksi hingga penetapan calon kades,” katanya.

Warga dari delapan desa kemudian menyampaikan pernyataan sikap. Di antaranya, pemilihan kepala desa serentak pada Maret 2020 ini ditunda. Jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti, massa dari delapan desa beserta bakal calon kades yang gugur akan melakukan aksi lebih besar lagi.

Wakil Ketua DPRD Musi Banyuasin, Rabik bersama anggota Komisi I yang menemui massa kemudian menerima tuntutan mereka. DPRD berjanji segera menyampaikan tuntutan tersebut ke Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex.


Editor : Kastolani Marzuki