Buron 6 Tahun, Pelaku Pengeroyokan di PALI Ambruk Didor Polisi

Bisrun Silvana ยท Senin, 14 September 2020 - 17:43 WIB
Buron 6 Tahun, Pelaku Pengeroyokan di PALI Ambruk Didor Polisi
Ilustrasi tersangka (Agung Sulistyo/iNews)

PALI, iNews.id - Tim Elang Polsek Talang Ubi dan Tim Kelambit Hitam Polres Panukal Abab Lematang Ilir (PALI) menangkap pelaku pengeroyokan. Pelaku bernama Anton Siska (30) ditangkap setelah buron selama enam tahun.

Kasat Reskrim Polres PALI, AKP Rahmad Kusnedy mengatakan, pelaku merupakan warga Dusun II, Desa Sungai Langan, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

"Dia ditangkap di tempat persembunyiannya pada Minggu (13/9/2020) sekitar pukul 22.30 WIB," kata Rahmad, Senin (14/9/2020).

Diketahuinya keberadaan Anton setelah polisi curiga karena sering terjadi aksi perampokan di sekitar persembunyian pelaku Anton. Setelah diselidiki, ternyata di sekitar lokasi itu menjadi persembunyian pelaku pembunuhan yang buron selama enam tahun lebih.

Rahmad menambahkan, pelaku buron selama enam bulan setelah mengeroyok korban Barnas (43) hingga tewas di Simpang 4 Desa Sukamaju-Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Kamis (27/3/2014).

Rahmad menambahkan, penangkapan Anton cukup dramatis. Istrinya sempat menyerang petugas sambil berteriak saat polisi akan menangkapnya. Namun, berkat kesigapan petugas, pelaku berhasil ditangkap.

"Kami lakukan tindakan terarah dan terukur kepada pelaku karena berusaha melarikan diri," kata dia.

Untuk diketahui, Anton bersama lima orang temannya yakni Sito, Basirun Roy, Aldi alias Al dan Sutomo terlibat pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Barnas (43), warga Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Saat itu korban Barnas tewas setelah terkena luka tembak dan bacok di sekujur tubuhnya. Pelaku Anton ini diduga ikut menembak korban Barnas dengan menggunakan senpi rakitan laras panjang bersama pelaku Sito dan Basirudin.

Sedangkan pelaku Roy menggunakan sebilah golok, pelaku AL menggunakan kecepek laras panjang dan golok serta pelaku Sutomo menggunakan kecepek laras panjang dan golok.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto