Buaya Lepas ke Kolam Ikan, Penangkaran di Banyuasin Diminta Perbaiki Kandang

Antara ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 18:16 WIB
Buaya Lepas ke Kolam Ikan, Penangkaran di Banyuasin Diminta Perbaiki Kandang
Ilustrasi buaya muara. (Foto: Antara)

BANYUASIN, iNews.id - Penangkaran buaya di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin diminta memperbaiki kondisi kandang. Desakan ini muncul setelah seekor buaya lepas ke kolam ikan milik warga.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam meminta (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel), Genman S. Hasibuan mengatakan, penangkaran buaya tersebut dikelola badan usaha PD Budiman dengan izin Penangkaran Jenis Reptil Dilindungi UU Generasi Kedua (F2), namun izinnya sudah habis pada tahun ini.

"Pengelola ingin memperpanjang izinnya lagi, namun kami sebagai pemberi rekomendasi teknis akan melihat dulu sarana dan prasarananya, kami minta supaya kandang yang bolong diperbaiki dulu," kata Genman, Kamis (15/10/2020).

Genman melanjutkan, izin penangkaran buaya tersebut berada di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, sehingga BKSDA tidak memiliki kewenangan untuk menutupnya melainkan hanya memberikan rekomendasi teknis.

Sebelumnya pada 7 September 2020 warga RT 30 Kelurahan Sukomoro di sekitar penangkaran dihebohkan dengan buaya muara sepanjang 2,5 meter yang muncul di kolam ikan.

Meski buaya dapat diamankan, namun warga meminta penangkaran itu ditutup karena kondisi kandangnya banyak bolong. Warga menduga masih banyak buaya yang keluar dari penangkaran dan berkeliaran di sekitar anak sungai setempat, sehingga warga mendesak BKSDA untuk menangkapnya.

Sementara persoalan antara warga dan penangkaran tersebut sudah diselesaikan, menurutnya pengelola telah berjanji memperbaiki kandang pasca dilayangkan surat dan pihaknya bersama PD Budiman akan menangkap buaya muara yang disebut masih berkeliaran di sekitar penangkaran.

"Kami minta warga menunjukkan di mana lokasi kemunculan buayanya, tapi kalau posisi buaya masih di area penangkaran maka tidak kami evakuasi karena itu habitatnya," kata Genman.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto