Belajar dari Tahun Lalu, Pemkab OKI Bentuk Satgas Karhutla

Antara ยท Senin, 06 Juli 2020 - 19:11 WIB
Belajar dari Tahun Lalu, Pemkab OKI Bentuk Satgas Karhutla
Ilustrasi kebakaran hutan (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) memperketat pengawasan. Pengawasan dilakukan di lima kecamatan yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan (katrhutla) saat musim kemarau.

Wakil Bupati OKI Djafar Shodiq mengatakan pihaknya sudah membentuk satuan tugas (satgas) karhutla. Satgas ini dibentuk karena berdasarkan pengalaman tahun lalu.

"Tahun lalu terdapat 6.813 titik api di lima kecamatan tersebut sehingga menyebabkan terjadinya karhutla yang cukup luas. Ini bagian dari upaya pencegahan karhutla, kami awali dengan bentuk satgas hingga di tingkat desa,” kata Djafar, Senin (6/7/2020).

Adapun kelima daerah yang rawan karhutla di OKI, mencakup Kecamatan Cengal, Kecamatan Tulung Selapan, Kecamatan Pangpangan, Kecamatan Pedamaran dan Kecamatan Mesuji.

Djafar melanjutkan, memang karhutla yang terjadi pada tahun lalu sebagian berasal dari konsesi perusahaan. Oleh karena itu, pihaknya pun menegaskan agar perusahaan perkebunan maupun hutan tanaman industri (HTI) di daerah itu untuk dapat menjaga lahannya agar tidak kembali terbakar.

“Kalau sampai terbakar tahun ini akan kami tindak tegas, sesuai dengan proses. Bahkan, kalau pelanggaran sudah luar biasa otomatis perlu dicabut izinnya itu,” kata dia.

Sementara untuk masyarakat, kata dia, pemkab melakukan pendekatan yang humanis, di mana dirinya pun terjun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi agar warga tidak menggunakan teknik bakar dalam membuka lahan.

“Kadang saya tekan juga ke pihak desanya kalau terjadi kebakaran maka dana desa bakal sulit cair,” kata Djafar.

OKI pun merupakan daerah yang mendapat alokasi tertinggi dari 10 daerah rawan karhutla di Sumsel.

Luas lahan gambut yang berada di Kabupaten OKI mencapai 769.000 Hektare (Ha), sementara total luas lahan gambut di Sumsel mencapai 1,4 juta hektare.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto