Mulai Kerahkan Pasukan, Sumsel Siaga 1 Karhutla

Antara ยท Senin, 06 Juli 2020 - 08:47 WIB
Mulai Kerahkan Pasukan, Sumsel Siaga 1 Karhutla
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Sumsel (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengerahkan seluruh pasukan serta peralatan ke wilayah rawan kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Hal ini dilakukan karena Sumsel berada level siaga 1 karhutla.

Kepala Seksi Pengendalian Karhutla Dishut Sumsel Syafrul Yunardy mengatakan, saat ini posko sudah berdiri di titik rawan karhutla dengan patroli wilayah yang dimasifkan jelang masuknya musim kemarau pada pertengahan Juli.

"Terutama wilayah yang sudah jarang hujan perlu diperhatikan Tinggi Muka Air (TMA) lahan gambutnya, kalau mulai turun maka kanal-kanal harus diblok supaya lahan tetap lembab," kata Syafrul, Senin (6/7/2020).

Syafrul menambahkan, pencegahan karhutla juga telah dimaksimalkan dengan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada awal Juni di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin sebagai daerah dengan lahan gambut paling luas di Sumsel.

"TMC dinilai efektif dalam memastikan lahan gambut tetap lembab karena persediaan air mencukupi, selain itu perusahaan pemegang izin kawasan juga diminta mengatur TMA agar air tetap membasahi gambut," katanya.

Saat ini, kata dia, Dishut Sumsel fokus pada tiga aspek seiring status siaga satu. Pertama memastikan satuan pengendali kebakaran di perusahaan pemegang izin sudah menyiapkan regu, peralatan dan posko pada masing-masing wilayah.

Kedua, lanjut Syafrul, mengerahkan brigade pengendali karhutla di 14 Kesatuan Pengelola Hutan (KPH). Ini dilakukan agar mulai intensif menjaga kawasan hutan karena meningkatnya titik panas yang terpantau satelit, KPH juga diminta menerapkan manajemen pengaturan air jika TMA turun.

Lalu fokus ketiga menyiapkan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai regu bantuan untuk proses pemadaman, sebab berdasarkan kebanyakan kasus karhutla pada 2019, kebakaran di lahan masyarakat kerap merembet ke dalam lahan perusahaan.

"Kami mendorong perusahaan agar membuat MoU dengan pemilik lahan di perbatasan supaya sama-sama gotong royong mencegah kebakaran, serta gotong-royong ketika api sudah meluas," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto