Ayah di Palembang yang Tewas Ditombak Gegara Utang Narkoba Rp500.000

Firdaus ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 15:20 WIB
Ayah di Palembang yang Tewas Ditombak Gegara Utang Narkoba Rp500.000
Doni (tengah duduk) pelaku pembunuhan terhadap Azhari karena masalah utang (Berrie Brima/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Masih ingat kasus seorang ayah tewas ditombak di depan anaknya yang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Kasus pengeroyokan berujung pembunuhan itu ternyata disebabkan utang narkoba senilai Rp500.000.

Hal ini diketahui dari hasil penangkapan dan pemeriksaan satu dari dua pelakunya yakni Joni alias Doni Keling (38).

"Kasus ini terkait utang narkoba sebesar Rp500.000 yang berujung dengan penganiayaan," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiadji, Jumat (14/8/2020).

Sementara itu, pelaku Doni mengatakan, kasus ini berawal dari utang narkoba. Menurut dia, rekan Azhar alias Aang (45) ini mempunyai utang kepada Doni. Utang itu sudah lama tapi belum juga dibayar.

"Tapi setiap ditagih justru dia (Azhar) yang marah sambil mengancam," kata Doni.

Puncaknya, korban Azhar yang merupakan warga Jalan Slamet Riyadi, Lorong Lawang Kidul Darat, Ilir Timur II, Palembang ini malah mendatangi Doni sambil marah-marah dengan membawa pisau panjang.

Kemudian, Doni dan adiknya FD janjian untuk bertemu dengan korban di Jembatan Musi Empat, Kelurahan Lawang Kidul. Di sana, Azhar ditemani oleh Iqbal anaknya. Azhar pun dikeroyok oleh kedua pelaku dengan tombak dan parang. Hampir seluruh tubuhnya terluka karena tusukan tombak dan sabetan parang.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Usai membunuh Azhar, Doni kabur ke Prabumulih dan berhasil ditangkap. Sementara adiknya, FD masih dalam pengejaran.

"Polisi masih mengejar FD yang merupakan adik pelaku," kata Anom.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP Ayat 2 ke-3 tentang Tindak Pidana Pengeroyokan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto