get app
inews
Aa Text
Read Next : Daftar 10 Korban Tewas dan 4 Luka Kecelakaan Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Sumsel

5 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS Tabrak Truk Tangki Tewaskan 16 Orang, Nomor 3 Bikin Ngeri

Kamis, 07 Mei 2026 - 17:26:00 WIB
5 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS Tabrak Truk Tangki Tewaskan 16 Orang, Nomor 3 Bikin Ngeri
Bus ALS terbakar hebat usai terlibat kecelakaan maut dengan truk tangki di Kabupaten Muratara, Sumsel, Rabu (6/5/2026). (Foto: iNews)

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah berhasil menghimpun 10 identitas korban, sementara enam lainnya masih dalam proses pendalaman. 

"Kami memastikan proses penegakan hukum dan identifikasi korban dilakukan secara profesional serta transparan," ujar Nandang.  

5. Kesaksian Korban Selamat

orban selamat kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mengungkapkan kesaksiannya detik-detik insiden mengerikan tersebut, Rabu (6/5/2026). 

Korban selamat kecelakaan maut Bus ALS vs truk tangki BBM dirawat di rumah sakit Muratara. (Foto: iNews)
Korban selamat kecelakaan maut Bus ALS vs truk tangki BBM dirawat di rumah sakit Muratara. (Foto: iNews)

Kecelakaan tragis itu mengakibatkan 16 orang tewas dan empat luka-luka. Seluruh korban tewas kini sudah dievakuasi ke RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.

Salah satu korban selamat, Ngadiono (44) menuturkan, sejak awal sudah merasa tidak nyaman melihat kondisi bus yang dinilai tidak layak jalan. 

Namun karena keterbatasan biaya membuat Ngadiono dan istrinya, Jumiatun (34) tak punya pilihan lain harus naik bus nahas itu. Tiket yang sudah dibeli pun tak bisa dikembalikan, sementara uang untuk membeli tiket baru sudah tidak ada.

“Dari awal kami sudah punya firasat tidak baik. Kondisi mobilnya sudah tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat karena tiket tidak bisa dibatalkan,” ungkap warga Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu.

Sepanjang perjalanan, kekhawatiran Ngadiono kian menjadi nyata. Bus yang mereka tumpangi beberapa kali mengalami gangguan. Radiator sempat kering, bahkan oli kendaraan terlihat berceceran. Hingga akhirnya, detik-detik mengerikan itu datang tanpa peringatan.

“Saya dengar benturan keras, lalu api langsung membesar. Dalam hitungan detik, bus sudah terbakar,” ucapnya. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut