“Transisi epidemiologis ini tentu perlu perhatian besar. Karena selain menjadi beban utama pembiayaan kesehatan dalam program JKN, penyakit tidak menular ini justru disebabkan oleh perilaku hidup yang tidak sehat yang sebetulnya dapat dicegah. Seperti pola makan yang tidak seimbang, kurang berolahraga, dan merokok,” katanya pada Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2021, Rabu (24/3/2021).
Di sisi lain Indonesia juga masih berhadapan dengan masih tingginya prevalensi penyakit menular klasik termasuk tuberkulosis, kusta, demam berdarah, dan malaria. Menurutnya tantangan sektor kesehatan Indonesia sangatlah besar. Dia mengatakan Indonesia saat ini tengah menghadapi beban tiga penyakit yang muncul secara bersamaan.
“Pertama, meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular secara cepat. Kedua, pada saat yang sama angka penyakit menular klasik yang seharusnya sudah teratasi juga masih relatif tinggi. Ketiga, munculnya fenomena ragam penyakit infeksi baru yang berevolusi dari penyakit-penyakit lama seperti Covid-19 pada saat ini,” katanya.
Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait