BPBD Sumsel siaga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. (Foto: Dok/iNews.id)
Dede Febriansyah

PALEMBANG, iNews.id - Sumatera Selatan (Sumsel) mulai siaga bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. Transisi cuaca menuju musim hujan dapat memicu potensi cuaca ekstrem. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah mengatakan, dengan adanya potensi transisi cuaca ekstrim sesuai dengan prakiraan dari pihak BMKG, maka pihaknya pun kini mulai bersiaga.

"Saat ini kita telah bersiaga dengan adanya potensi hidrometeorologi itu, meskipun saat ini kita masih konsentrasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan," ujar Iriansyah, Senin (26/9/2022).

Iriansyah memastikan, seluruh personel BPBD di setiap 17 kabupaten dan kota telah diperintahkan untuk bersiaga menghadapi kondisi tersebut, termasuk juga kesiapsiagaan peralatan penunjang kebencanaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori menjelaskan, bahwa pihaknya memiliki catatan terhadap bencana hidrometeorologi periode Agustus-September 2022.

"Dari catatan bulan lalu, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan puting beliung telah menyebabkan sebanyak 315 unit rumah rusak berat dan 103 kepala keluarga terpaksa mengungsi," katanya.

Dijelaskan Ansori, dampak kebencanaan tersebut dialami masyarakat di Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas, Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim, Rantau Panjang, Lubuk Keliat di Ogan Ilir, Banyuasin III, Tungkal Ilir dan Sumber Marga Telang di Kabupaten Banyuasin.

"Terakhir yakni banjir yang merendam sebanyak 1.194 rumah masyarakat meliputi Desa Mandi Angin, Desa Pauh, Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Musi Rawas Utara," katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT