Awalnya, warga Jalan Sukakarya Sako Palembang memulai usahanya dengan menanam dan menjual langsung jamur tiram. Setelah beberapa saat, ternyata tidak semua jamur dapat diserap pasar atau terjual. Kondisi itu membuatnya berpikir keras dan berkreasi memanfaatkan jamur yang tidak habis terjual.
“Awalnya tidak semua jamur terjual, jadi kita berinovasi membuatnya menjadi keripik,” ujar Eli di Palembang, Senin (16/11/2020).
Eli menjual produknya secara langsung dan manfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran keripik jamurnya. Keripik jamur dijual dengan harga Rp60.000 per kilogram.
Usaha keripik jamur ini sangat menguntungkan, karena jamur yang dijual langsung hanya Rp22.000 per kilogram. Selain itu, keripik jamur bertahan cukup lama, berbeda dengan yang akan busuk dan menguning dalam beberapa hari jika tidak terjual.
Apalagi untuk membuat keripik tidak sulit. Jamur cukup direbus dan belender sampai halus. Lalu dicampur tepung tapioka dan tambahan bumbuh – bumbuh seperti bawang putih, bawang merah, cabai, garam, gula dan penyedap rasa.
Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait