Regit, kuliner legendaris dari Palembang. (Foto: Bambang Irawan)
Bambang Irawan

PALEMBANG, iNews.id - Palembang memang identik dengan pempek, kuliner olahan daging ikan yang disantap dengan cuka pedas. Namun Palembang sebetulnya masih punya kuliner khas lain yang legendaris dan diburu saat Ramadan, yakni ragit.

Kehadiran kue ragit membuktikan masuknya pengaruh budaya India ke Palembang. Konon ragit dibawa pendatang dari India yang memiliki ciri khas kari pada kulinernya.

Kuliner satu ini masih lestari hingga kini, terutama di bulan Ramadan diburu untuk menu berbukan puasa.

Desi Rahmat, ibu rumah tangga yang menjadi perajin kue salah satu pedagang yang melestarikan kue ragit di gerai pempeknya di Jalan Arjuna Sako Palembang.

Ragit bentuknya mirip roti jalan dari India. Bentuknya bisa segitiga atau dadar gulung yang berpadu dengan kuah kari yang gurih.

Uniknya ragit seperti jaring laba-laba dan kaya rempah-rempah bercampur daging ayam agar lebih lezat. Untuk membuat ragit dibutuhkan bahan antara lain tepung terigu, garam, telur ayam dan air.

Bahan-bahan kemudian disatukan dan diaduk hingga merata. Setelah disaring selanjutnya dadar bahan ke wajan dengan membentuknya secara menyilang sehingga menyerupai jaring.

Setelah ragit selesai kemudian menyiapkan kauh kari. Bumbuh dapur yang telah dihaluskan ditumis, setelah harum masukkan daging ayam dan santan. Aduk perlahan hingga mengental lalu tambahkan daun salam dan irisan cabai. "Kalo harga sangat terjangkau per porsi sekitar Rp6000," kata Desi.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT