Polda Sumsel memperlihatkan barang bukti pengungkapan kasus penimbunan solar subsidi di dua olokasi di Muara Enim. (Foto: Dede F)
Dede Febriansyah

PALEMBANG, iNews.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkap praktik penimbunan BBM subsidi jenis solar di dua TKP di Muara Enim. Tiga pelaku ditangkap dengan barang bukti 3,740 ton solar siap jual dengan harga lebih tinggi. 

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol M Barly Ramadhany mengatakan, dua tersangka yakni KP (60), warga Desa Sigam III Kayal Sari, Gelumbang, Muara Enim dan RR (29), warga Desa Putak, Gelumbang, Muara Enim.

"Untuk dua tersangka ini ditangkap karena melakukan penimbunan BBM jenis solar sebanyak 3.740 ton yang dimasukan ke dalam 17 drum dengan masing-masing isi drum sebanyak 220 liter," ujar Barly, Rabu (5/10/2022).

Modus yang digunakan kedua tersangka tersebut, lanjut Barly, yakni melakukan pengisian BBM jenis solar subsidi secara berulang menggunakan mobil dump truk dengan nomor polisi palsu. "Setelah mengisi BBM di SPBU, kedua tersangka lalu membawanya ke gudang penyimpanan. Selanjutnya dikuras dan ditampung menggunakan jeriken, drum dan baby tank untuk dijual kembali," katanya.

Sedangkan, satu tersangka lainnya yakni AWN (48), warga Dusun IV Desa Simpang Bulan Belimbing, Kecamatan Belimbing, Muara Enim ditangkap juga karena menimbun BBM jenis solar subsidi. "Modusnya sama yakni mengisi BBM secara berulang menggunakan kendaraan mobil. Lalu dipindahkan ke dalam tiga jeriken dengan cara disedot pakai selang. Setiap jerikennya berisi 35 liter," katanya.

Para pelaku disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-undang (UU) nomor 21 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah pada Pasal 40 angka 9 UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. "Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp60 miliar," katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT