"Hari ini hubungan kami lebih kuat dari sebelumnya. Kerja sama kami adalah untuk ekonomi, lingkungan, kesehatan, pendidikan, budaya dan banyak lagi," kata Kadhimi seperti dikutip dari BBC, Selasa (27/7/2021).
Dalam kesempatan itu, Khadhimi bersikeras tidak ada pasukan tempur asing yang dibutuhkan di Irak.
Pasukan pimpinan AS menginvasi Irak pada tahun 2003 untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein dan menghilangkan senjata pemusnah massal yang ternyata tidak ada.
Kemudian Presiden George W Bush menjanjikan Irak yang bebas dan damai, tetapi pada kenyataannya diliputi oleh pemberontakan sektarian berdarah.
Pasukan tempur AS akhirnya mundur pada 2011. Namun, mereka kembali atas permintaan pemerintah Irak tiga tahun kemudian, ketika militan ISIS menyerbu sebagian besar negara itu.
Menyusul kekalahan militer ISIS di Irak pada akhir 2017, pasukan AS tetap membantu mencegah kebangkitan kelompok tersebut.
"Peran kami di Irak akan berurusan dengan ketersediaan untuk terus melatih, membantu, membantu dan menangani ISIS saat mereka tiba," ujar Biden pada pertemuan itu.
Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait