Pasukan keamanan Burkina Faso. (Foto: Reuters)
Umaya Khusniah

OUAGADOUGOU, iNews.id - Kontak tembak terjadi setelah Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) menyerang barak militer. Peristiwa ini mengakibatkan 31 orang tewas, 11 di antaranya dari pasukan keamanan. 

Peristiwa ini terjadi di barak militer di Burkina Faso. Pada Jumat (6/5/2022), militer Burkina Faso mengatakan, dua serangan terjadi kamp militer sekitar 10 kilometer (6 mil) dari Kota Solle, Provinsi Loroum dan unit respon khusus untuk gendarme di Provinsi Sanmatenga, Kamis (6/5/2022). 

Dalam serangan itu, militer menyita atau menghancurkan senjata, amunisi dan perangkat komunikasi. 

Menurut Proyek Data Lokasi & Peristiwa Konflik Bersenjata, kekerasan oleh ekstremis yang terkait dengan al-Qaeda dan kelompok Negara Islam (IS) melonjak di negara Afrika Barat. 

Kini kawasan itu menjadi pusat krisis di wilayah tersebut menggantikan negara tetangga, Mali. Ribuan orang telah tewas dan hampir 2 juta orang mengungsi akibat perang itu.

Peristiwa terbaru ini terjadi setelah serangan terkoordinasi lainnya kurang dari dua minggu lalu. Sebanyak 15 orang tewas termasuk sembilan pasukan keamanan di wilayah Sahel, Burkina Faso.

Pada Januari lalu, tentara pemberontak menggulingkan Presiden Burkina Faso yang terpilih secara demokratis, Roch Marc Christian Kabore. Mereka berjanji untuk mengamankan negara dari kekerasan jihad. 

Menurut U.N, sayangnya jumlah serangan justru meningkat 11 persen pada Februari dibandingkan bulan sebelumnya. 

CEO Intelonyx Intelligence Advisory, Laith Alkhouri yang menyediakan analisis intelijen mengatakan, irama dan kecanggihan kekerasan yang lebih cepat, dapat diartikan militan mengeksploitasi perpecahan publik setelah junta mengambil alih. 

“Serangan baru itu menandakan gelombang militansi yang meningkat di utara Burkina Faso dan menimbulkan kekhawatiran meluasnya jangkauan kelompok teroris yang tidak diragukan lagi membuat tugas junta mengamankan negara semakin sulit,” katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT