Aparat keamanan memburu KKB yang menyerang lokasi tambang dan menculik 4 warga China. (Foto: Ilustrasi/Okezone)
Umaya Khusniah

ABUJA, iNews.id - Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) terus bikin ulah menebar teror. Kelompok yang disebut teroris ini menyerang lokasi pertambangan lokal di Nigeria tengah utara dan menculik sejumlah pekerja termasuk empat warga China

Komisaris Negara Bagian untuk Keamanan, Emmanuel Umar pada Kamis (30/6/2022) mengatakan, lokasi tambang berada di daerah dewan Shiroro, Negara Bagian Niger. Mereka menembaki para pekerja pada Rabu (29/6/2022) sebelum melarikan diri bersama para sandera. 

"Sebuah tim keamanan dikerahkan untuk menanggapi serangan yang melibatkan teroris tersebut. Jumlah korban yang belum ditentukan dari kedua belah pihak," kata Umar. 

Penduduk setempat dan pihak berwenang di Shiroro mengatakan kepada AP, jumlah korban tewas masih belum diketahui pasti. Kantor gubernur Niger dalam sebuah pernyataan telah menyatakan banyak personel keamanan tewas dalam serangan itu.

Pasukan keamanan diperintahkan untuk memburu teroris yang tersisa. Para korban luka juga telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Pihak berwenang tidak mengungkapkan nama perusahaan tersebut. Awal tahun ini, tiga warga negara China juga diculik dalam serangan serupa di negara bagian Niger saat bekerja di PLTA. Pada bulan November, pihak berwenang China mengeluarkan peringatan perjalanan ke Nigeria dan bagian lain Afrika. Mereka memperingatkan agar warga dan perusahaan mereka agar tidak bepergian ke daerah 'berisiko tinggi'.  

Keadaan keamanan Nigeria telah memburuk di bawah Presiden Muhammadu Buhari, seorang pensiunan jenderal militer yang menjadi presiden pada 2015. Serangan yang sering terjadi di bagian barat laut dan utara Nigeria.  

Menurut pihak berwenang pelaku penyerangan merupakan kelompok-kelompok bersenjata yang sebagian besar adalah penggembala semi-nomaden muda dari Nigeria. Suku Fulani berkonflik dengan masyarakat petani karena keterbatasan akses air dan tanah.  Beberapa gembala pemberontak sekarang bekerja dengan pemberontak ekstremis Islam di timur laut negara itu. Mereka menargetkan komunitas terpencil.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT